Ligaolahraga.com -
Jack Catterall mengaku tidak terkesan dengan penampilan Teofimo Lopez saat mengalahkan Rolando “Rolly” Romero dan merebut gelar kelas welter WBA.
Meski mengakui Lopez melakukan cukup banyak hal untuk meraih kemenangan, Catterall menilai performanya jauh dari versi terbaiknya.
Lopez merebut sabuk WBA setelah menang melalui keputusan mayoritas atas Romero di T-Mobile Arena, Las Vegas, Sabtu pekan lalu.
Kemenangan tersebut membuat petinju asal New York itu menjadi juara dunia tiga divisi dalam pertarungan pertamanya di kelas welter.
“Saya pikir dia terlihat lesu. Itu bukan Teo yang kita lihat di kelas 135 atau 140 pound. Menurut saya dia lambat dan tidak membawa kekuatan pukulannya,” kata Catterall dalam program Inside The Ring yang tayang di DAZN.
Catterall memiliki kepentingan langsung terhadap masa depan Teofimo Lopez. Petinju Inggris tersebut merupakan penantang wajib untuk gelar WBA milik Lopez.
Ia sebelumnya merebut sabuk sekunder WBA kelas welter setelah mengalahkan Shakhram Giyasov melalui keputusan angka pada 23 Mei di Mesir.
Ketika WBA menyetujui pertarungan Catterall-Giyasov, organisasi tersebut menetapkan Romero, yang saat itu memegang gelar utama, wajib menghadapi pemenangnya dalam waktu 180 hari. Batas waktu tersebut jatuh pada 19 November.
Teofimo Lopez kini menempati peringkat kelima kelas welter versi The Ring, sedangkan Catterall berada di posisi ketiga.
Meski demikian, Lopez telah mengincar pertarungan melawan pemenang duel juara WBC Ryan Garcia dan Conor Benn yang akan berlangsung pada 12 September di Las Vegas.
Catterall menegaskan rencana tersebut seharusnya tidak menggeser statusnya sebagai mandatory challenger. Ia mengakui Lopez pantas mendapat pujian karena berhasil merebut gelar setelah sebelumnya mengalami kekalahan, tetapi tetap menuntut kewajiban WBA dijalankan.
“Teo berhasil merebut sabuk setelah mengalami kekalahan, jadi saya memberikan kredit kepadanya. Tetapi, berdasarkan pemahaman saya, batas waktunya 180 hari sejak Mei, yang berarti sampai 19 November,” ujar Catterall.
Catterall dan Lopez sebenarnya sudah beberapa kali berada di jalur yang berdekatan ketika masih bertarung di kelas 140 pound.
Catterall sempat dijadwalkan menjalani pertandingan ulang melawan Josh Taylor pada Maret 2024 setelah kalah kontroversial melalui keputusan split pada 2022. Namun, Taylor mundur karena cedera.
Taylor kemudian menghadapi Lopez pada Juni 2023 setelah Lopez ditetapkan sebagai penantang wajib WBO. Lopez menang angka mutlak dan merebut gelar The Ring serta WBO kelas 140 pound.
Catterall kemudian menghadapi Arnold Barboza Jr. pada Februari 2025 untuk gelar interim WBO, tetapi kalah tipis melalui keputusan split.
Beberapa bulan kemudian, Lopez juga menghadapi Barboza dan menang angka mutlak.
Kini, Catterall tidak ingin kembali kehilangan kesempatan. Ia menegaskan siap menghadapi Lopez pada 19 November jika kesepakatan pertarungan dapat dicapai.
“Saya tidak akan diam. Saya akan terus menyuarakannya. Saya siap bertarung 19 November. Mari selesaikan kesepakatannya dan wujudkan pertarungan,” kata Catterall.
Artikel Tag: teofimo lopez, jack catterall, rolando romero
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/jack-catterall-kritik-penampilan-teofimo-lopez-usai-jadi-juara-wba

5 hours ago
4

















































