Ligaolahraga.com -
Berita Tenis: Iga Swiatek mendedikasikan kemenangan Canadian Open musim 2026 di Toronto kepada ‘siapapun yang berhadapan dengan penilaian tidak adil dan kebencian’, sebagai bentuk sindiran terhadap perlakuan yang ia terima di negara asalnya, Polandia.
Mantan petenis peringkat 1 dunia mengklaim kemenangan dua set langsung atas petenis unggulan kedua, Elena Rybakina di final Canadian Open, kemenangan yang mengantarkannya memenangkan gelar pertama musim ini.
Petenis berkebangsaan Kazakhstan, Rybakina harus melakoni empat laga tiga set menuju final, lebih banyak dibandingkan petenis berkebangsaan Polandia yang melakoni dua laga tiga set. Selama final, petenis berkebangsaan Polandia juga memenangkan 76 persen poin dari servis pertamanya dan mengkonversi empat dari lima peluang break point yang ia ciptakan.
Gelar Canadian Open menjadi gelar turnamen WTA level 1000 ke-11 bagi petenis unggulan kedelapan, pencapaian yang membawanya ke posisi kedua untuk petenis dengan gelar turnamen WTA level 1000 terbanyak sejak turnamen level tersebut diperkenalkan pada musim 2009. Satu-satunya petenis yang mengantongi lebih banyak gelar tersebut adalah Serena Williams dengan 13 gelar.
Setelah kemenangan tersebut, petenis berusia 25 tahun pun buka suara tentang mengharapi kritikan selama melalui musim yang naik turun. Memasuki musim hard-court pada paruh kedua musim ini di Amerika Utara, sudah hampir 10 bulan sejak ia melakoni final terakhir. Lebih jauh, ia hanya melenggang ke satu perempatfinal dari tiga Grand Slam terakhir yang ia lakoni, yaitu di Australian Open awal musim ini.
“Saya merasa benar-benar gembira tentang turnamen ini. ini berarti banyak bagi saya karena beberapa bulan terakhir tidak mudah. Saya merasa sangat senang bahwa saya tetap fokus dalam berkembang, mengubah sedikit permainan saya, meningkat terlepas dari semua opini orang-orang tentang saya setiap harinya di internet. Tidak mudah menghadapi itu semua. Jadi, saya merasa gembira bahwa kenyataannya berbeda,” jelas Swiatek.
“Saya ingin mendedikasikan gelar ini kepada setiap orang yang berhadapan dengan penilaian yang tidak adil dan kebencian. Terus saja mendorong, tetap berkembang, tetap fokus dengan diri anda sendiri karena anda tahu apa yang terbaik bagi anda, dan selalu ingat apa yang ada di hadapan dan apa yang mungkin terjadi.”
Petenis yang mengalahkan empat petenis peringkat 20 besar dalam perjalanan memenangkan gelar teranyarnya, terbuka secara lebih spesifik tentang masalah tersebut ketika berbicara dengan Sportsnet, menjelaskan bahwa kritikan yang ia dapat sebagian besar dari pakar dari negaranya sendiri.
“Itu luar biasa, terutama dengan semua orang menghakimi dan membenci,” tutur Swiatek kepada Sportsnet. “Sebenarnya bukan penggemar internasional, melainkan lebih ke orang-orang di dalam negeri sendiri. Bahkan bukan penggemarnya, melainkan para pengamat. Saya senang karena dari musim ke musim saya semakin tidak memedulikan hal itu dan saya ingin memenangkan turnamen ini supaya bisa membuktikan kepada semua orang bahwa pendapat mereka terkadang memang tidak masuk akal.”
“Saat ini, saya bahkan merasa agak marah. Sepertinya ini kali pertama dalam hidup saya merasakan hal seperti itu setelah meraih kemenangan. Situasinya memang tidak mudah.”
Petenis berusia 25 tahun tidak menyebutkan contoh atau sosok tertentu secara spesifik. Saat ditanya dalam konferensi pers apakah kebencian tersebut berkaitan dengan media sosial, ia menjawab, “Ya, kalau anda orang Polandia, anda pasti mengerti.”
“Saya berjuang keras di tengah segala keriuhan ini — keriuhan yang sebenarnya tidak perlu — dan itulah yang membuat saya marah. Karena seharusnya tidak seperti ini dan memang tidak perlu terjadi seperti ini.”
Swiatek akan kembali ke posisi lima besar pada pekan depan menyusul kemenangannya di Kanada. Dalam klasemen sementara menuju WTA Finals, ia akan naik dari posisi ke-12 menuju ke posisi kesepuluh.
Artikel Tag: canadian open, iga swiatek, elena rybakina
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/iga-swiatek-kecam-para-kritikus-usai-jadi-kampiun-di-toronto

3 hours ago
2

















































