Ligaolahraga.com -
Berita MotoGP - Keterpurukan Francesco Bagnaia di MotoGP San Marino 2026 memunculkan dugaan bahwa Ducati sudah tidak lagi serius membantunya. Namun anggapan tersebut langsung dibantah Neil Hodgson yang menilai Ducati justru masih mengerahkan banyak tenaga untuk mengembalikan performa Bagnaia.
Francesco Bagnaia sedang menghadapi salah satu periode paling sulit dalam kariernya bersama Ducati. Penampilannya di Misano bahkan begitu buruk hingga muncul anggapan bahwa tim pabrikan asal Italia tersebut sudah tidak lagi memprioritaskan pembalapnya yang akan meninggalkan Ducati pada akhir musim.
Namun analis MotoGP, Neil Hodgson tidak sepakat dengan anggapan tersebut. Mantan juara World Superbike 2003 itu melihat Bagnaia memang sedang berada dalam situasi yang sangat buruk, tetapi Ducati tetap berusaha mencari jalan keluar.
Menurut Hodgson, status Bagnaia sebagai salah satu dari dua pembalap tim pabrikan membuat Ducati tidak mungkin begitu saja membiarkannya menghadapi masalah sendirian.
"Dia benar-benar sedang mengalami mimpi buruk. Pecco sangat jauh dari kecepatan pada hari sebelumnya dan sekali lagi menjalani akhir pekan yang buruk," ujar Hodgson kepada TNT Sports.
"Saya merasa kasihan kepadanya. Dia terlihat kehilangan arah dan kebingungan di dalam garasi. Dia sering menggelengkan kepala dan sama sekali tidak terlihat nyaman dengan motor itu."
Komentar tersebut muncul setelah Bagnaia menjalani akhir pekan yang sangat mengecewakan di Misano. Ia hanya menempati posisi ke-14 dalam kualifikasi, hasil terburuknya di sirkuit tersebut, sebelum finis di posisi ke-13 dalam Sprint Race.
Kondisinya semakin membuat frustrasi karena beberapa pembalap Ducati lainnya mampu tampil jauh lebih baik. Marc Marquez bahkan start dari baris depan, sementara Fabio Di Giannantonio juga berada di posisi empat besar.
Meski Bagnaia sudah dipastikan pindah ke Aprilia mulai 2027 setelah Ducati memilih Pedro Acosta sebagai tandem Marc Marquez, Hodgson menilai keputusan tersebut tidak berarti Ducati berhenti membantunya.
"Itu sama sekali tidak benar. Pecco adalah salah satu dari dua pembalap tim pabrikan. Mereka ingin dia berada di depan, bertarung dan memenangi balapan. Mereka benar-benar menginginkannya," tegas Hodgson.
"Mereka melakukan segala cara untuk menyesuaikan motor, memberinya feeling dan mengembalikan kepercayaan dirinya. Bahkan, mereka mungkin menghabiskan lebih banyak waktu bersama Pecco daripada Marc. Itulah kenyataannya."
Artikel Tag: ducati, francesco bagnaia, neil hodgson, motogp 2026
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/motogp/francesco-bagnaia-terpuruk-di-misano-benarkah-ducati-sudah-menyerah

1 hour ago
3

















































