Ligaolahraga.com -
Berita F1: Kimi Antonelli berhasil menjuarai Grand Prix Spanyol di sirkuit Madring setelah memulai balapan dari posisi kedua. Antonelli menutup balapan dengan keunggulan 4,351 detik di depan Max Verstappen. Sementara itu, Lando Norris yang memulai dari pole position harus puas di posisi ketiga setelah strategi balapannya terganggu oleh Virtual Safety Car (VSC) di lap ke-13.
Lewis Hamilton, Carlos Sainz, Lance Stroll, dan Sergio Perez harus mengakhiri balapan lebih awal di sirkuit baru Madrid ini, yang ternyata tidak memberikan kenangan manis.
Lima Terbaik
Lando Norris – 9.5
Norris tampil tercepat di Madrid namun harus puas dengan hasil terkecil di podium. Dengan catatan waktu 1:31.824, ia meraih pole position dengan selisih 0.011 detik dari Antonelli. Ia memimpin hingga VSC di lap 13 menghambat strateginya, membuat Antonelli dan Verstappen bisa berhenti di pit dengan lebih murah. Tempat ketiga, 5.089 detik di belakang, lebih merupakan upaya mitigasi kerugian daripada hasil yang bisa ia pengaruhi.
Kimi Antonelli – 9
Sebagai pemimpin klasemen, Antonelli melakukan apa yang dibutuhkan dalam situasi tersebut. Kalah tipis di kualifikasi, Antonelli tetap dalam jangkauan selama 13 lap pertama, dan memanfaatkan kesempatan berhenti murah saat VSC dikeluarkan akibat Stroll menabrak pagar pembatas. Antonelli mengendalikan balapan dari depan di sirkuit yang sulit untuk menyalip. Delapan kemenangan dari 14 putaran membuatnya unggul 81 poin dari rekan setimnya, George Russell.
Max Verstappen – 9
Memulai dari posisi ketiga dan finis kedua, Verstappen tidak memiliki banyak pilihan untuk memperbaiki posisi di Red Bull yang belum pernah menang sepanjang tahun ini. Dengan memanfaatkan jendela VSC yang sama dengan Antonelli, ia berhasil melewati Norris dan menjaga jarak dari Mercedes hingga finis 4.351 detik di belakang. Ia mengakui bahwa Norris adalah pihak yang kurang beruntung kali ini.
Franco Colapinto – 9
Memulai dari posisi kesembilan dan finis ketujuh, Colapinto menjadi satu-satunya pembalap Alpine yang mencetak poin. Dengan rekan setimnya, Pierre Gasly, finis di posisi 12, Colapinto berhasil meraih dua posisi lebih baik di sirkuit yang hampir mustahil untuk menyalip. Poin yang diraihnya berdampak langsung dalam persaingan Alpine dengan Racing Bulls untuk posisi kelima di klasemen konstruktor.
Arvid Lindblad – 8
Pembalap berusia 19 tahun ini mengalami kecelakaan di Tikungan 13 pada FP2, memaksanya untuk membangun kembali sasis yang mengganggu sesi latihan FP3. Namun, ia tetap berhasil membawa mobil ke Q3 di posisi 10. Finis di posisi kesembilan, satu lap di belakang, namun di depan Nico Hulkenberg, Lindblad mengamankan dua poin yang penting bagi Racing Bulls.
Lima Terburuk
George Russell – 5
Kualifikasi di posisi keenam, George Russell mengalami insiden lap pertama dengan Oscar Piastri yang merusak sayap depan McLaren. Russell finis di posisi kelima, 29.829 detik di belakang rekan setimnya dan 0.713 detik di belakang Charles Leclerc dari Ferrari. Meski Mercedes memenangkan balapan, penampilan Russell di balapan ini tidak menonjol.
Oscar Piastri – 5
Memulai dari posisi ketujuh dan finis kedelapan, Piastri tertinggal 95.839 detik dari pemenang. Kontak di lap pertama dengan Russell mengakibatkan kerusakan sayap depan, menghilangkan peluang untuk tampil cepat. Saat ini, Piastri memiliki 120 poin, jauh di bawah Norris yang memiliki 186 poin.
Valtteri Bottas – 5
Bottas memulai dari posisi ke-20, tertinggal 6.187 detik dari pole dan 2.098 detik di belakang rekan satu tim, Sergio Perez. Insiden di Tikungan 1 dan masalah suhu rem membuatnya finis di posisi 18, tiga lap di belakang.
Lance Stroll – 4.5
Tidak mencatatkan waktu di kualifikasi, Stroll memulai dari posisi ke-22 dan pensiun di lap ke-13 setelah menabrak pagar pembatas di Tikungan 20 akibat dugaan kegagalan rem. Insiden ini berujung pada VSC yang mengubah jalannya balapan.
Carlos Sainz – 4
Balapan kandang Sainz berakhir buruk. Memulai dari posisi ke-17, ia terlibat insiden dengan Yuki Tsunoda di lap pertama, dan harus menerima penalti lima detik setelah bersenggolan dengan Alonso. Sainz akhirnya pensiun akibat masalah teknis. Dua insiden dalam 13 lap menjadi catatan buruk bagi pembalap Williams ini.
Artikel Tag: alpine, kimi antonelli
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/f1/antonelli-menangi-gp-spanyol-f1-2026-di-madrid

1 hour ago
3

















































