Eks Bos Honda Ungkap Marc Marquez Lebih Mudah Ditangani Dibanding Stoner

12 hours ago 5

Ligaolahraga.com -

Berita MotoGP: Marc Marquez dikenal sebagai salah satu pebalap paling dominan dalam sejarah MotoGP. Namun di balik kesuksesannya, ada alasan khusus mengapa ia dinilai jauh lebih mudah diajak bekerja sama dibanding Casey Stoner saat sama sama membela Honda.

Kepindahan Marc Marquez ke tim pabrikan Honda pada 2013 menjadi momen krusial dalam sejarah MotoGP. Ia datang bertepatan dengan pensiunnya Casey Stoner, juara dunia yang secara mengejutkan mengakhiri kariernya pada usia 26 tahun, meski masih berada di puncak performa.

Kekosongan besar itu akhirnya diisi oleh Marquez, yang langsung mencetak sejarah sebagai juara dunia termuda MotoGP pada musim debutnya. Namun, menurut mantan bos Honda, bukan hanya bakat luar biasa yang membuat Marquez istimewa.

Mantan pimpinan Repsol Honda, Livio Suppo, mengungkapkan bahwa Marquez jauh lebih mudah ditangani dibanding Stoner, terutama dalam aspek non teknis yang kerap luput dari perhatian publik.

“Kami sudah sangat yakin sejak awal bahwa Marc adalah sesuatu yang spesial. Dari hari pertama kariernya, dia sudah menunjukkan hal yang luar biasa,” ujar Suppo dalam buku biografi Marc The Magnificent karya Mat Oxley.

Suppo menjelaskan bahwa sejak bergabung, Marquez tidak pernah mempermasalahkan tugas di luar lintasan, termasuk aktivitas media dan komersial. Hal ini sangat berbeda dengan Stoner, yang dikenal lebih tertutup dan kurang nyaman dengan kewajiban tersebut.

“Dengan Marc, semuanya terasa lebih mudah dibanding Casey. Bagi Marc, aktivitas promosi dan pekerjaan PR adalah hal yang normal. Karakternya memang lebih mudah,” lanjut Suppo.

Ia bahkan mengaku sempat melontarkan candaan keras kepada Marquez saat pertama kali menandatanganinya pada 2012. Suppo khawatir ketenaran bisa mengubah kepribadian sang pebalap muda. Namun bertahun tahun kemudian, kekhawatiran itu terbukti tidak terjadi.

“Saat saya meninggalkan Honda pada 2017, saya mengingatkan dia soal ucapan itu. Dan saya katakan kepadanya bahwa dia tidak berubah sama sekali,” ucapnya.

Sebelum menaklukkan MotoGP, perjalanan Marquez sendiri tidak selalu mulus. Pada musim Moto2 2011, ia sempat kehilangan peluang promosi lebih cepat ke kelas utama akibat kecelakaan parah yang membuatnya mengalami gangguan penglihatan. Pengalaman pahit itu justru membentuk mentalitasnya sebelum masuk MotoGP.

Kombinasi bakat, ketangguhan mental, serta sikap profesional di dalam dan luar lintasan inilah yang membuat Marc Marquez bukan hanya sukses sebagai pebalap, tetapi juga menjadi figur yang sangat mudah diajak bekerja sama oleh tim sebesar Honda.

Artikel Tag: Marc Marquez, Casey Stoner, Honda

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/motogp/eks-bos-honda-ungkap-marc-marquez-lebih-mudah-ditangani-dibanding-stoner

Read Entire Article
Sports | | | |