Dugaan Intimidasi, Sopir Alphard dan Satpam Cekcok Sepakat Berdamai

4 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang sopir Toyota Alphard terlibat cekcok dengan satpam buntut menerobos lampu lalu lintas di pelican crossing depan Hotel Pullman, Jakarta Pusat.

Kini, keduanya telah sepakat berdamai usai kedua belah pihak dimediasi di Polsek Metro Menteng, Jumat (24/7) kemarin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dan yang mana telah disepakati bahwa persoalan perselisihan antara pengemudi dan saudara Fiktor diselesaikan secara kekeluargaan. Kedua belah pihak saling memaafkan, mengakui kesalahan, dan saling memaafkan," kata Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Ronald Arnold Rondonuwu.

Braiel menyebut, Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya tetap mengusut dugaan pelanggaran lalu lintas buntut menerobos lampu merah dan penggunaan pelat nomor yang tidak sesuai peruntukannya.

Braiel juga mengungkapkan, sopir dan dua penumpang mobil Toyota Alphard itu merupakan anggota Polda Jawa Barat. Ketiganya akan diproses lebih lanjut oleh Bid Propam Polda Jawa Barat.

"Kemudian terkait dengan tadi yang disampaikan ada beberapa dugaan perbuatan arogansi dari rekan pengemudi maupun penumpang. Malam ini juga akan ditindaklanjuti dari Subbid Propam Polda Jawa Barat," ujarnya.

Video mobil Toyota Alphard menerobos lampu lalu lintas di pelican crossing di depan Hotel Pullman, Jakarta Pusat hingga berujung cekcok dengan satpam viral di media sosial.

Peristiwa bermula saat sejumlah pejalan kaki tengah menyeberangi pelican crossing setelah lampu lalu lintas menunjukkan warna merah bagi kendaraan. Namun, sebuah mobil Alphard tetap melaju dan menerobos lampu merah itu.

Seorang satpam yang juga menyeberang kemudian menegur sopir Alphard. Namun, diduga sopir tak terima dengan teguran itu.

"Kemudian satpam menegur pengendara dengan menggebrak kaca mobil. Pengendara mobil tidak terima dengan tindakan security tersebut dan terjadi cekcok mulut," kata Braiel.

Setelahnya, keduanya mendatangi pos polisi meminta bantuan penyelesaian masalah atau mediasi. Kedua belah pihak pun bersepakat damai.

Namun, muncul informasi yang menyebut satpam mengalami intimidasi dalam proses mediasi tersebut. Tak hanya itu, mobil Toyota Alphard warna hitam itu juga diduga menggunakan pelat palsu atau tidak sesuai peruntukannya.

Kendaraan itu menggunakan pelat nomor bernomor polisi D 1828 XHQ. Berdasarkan penelusuran CNNIndonesia.com pada fitur Layanan Samsat di situs resmi Bapenda Jabar (https://bapenda.jabarprov.go.id/infopkb), nomor polisi yang dipakai terdaftar untuk mobil merek Daihatsu, warna silver metalik, model S401RV-ZMDEJJ HJ.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani mengatakan, terus mendalami dugaan penggunaan pelat itu. Ia mengatakan bakal memanggil pengemudi mobil Alphard dan satpam untuk dimintai keterangan.

[Gambas:Video CNN]

(mnf/asr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Sports | | | |