Jakarta, CNN Indonesia --
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar mengecam keras praktik Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, dan Queer (LGBTQ).
Hal itu disampaikan Anwar dalam pidato kala membuka Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII, Jakarta, Jumat (24/7).
Dia berharap kongres itu akan mengeluarkan rekomendasi yang menolak praktik tersebut di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami berharap agar kongres ini keluarkan rekomendasi yang sangat jelas dan tegas penolakan kita terhadap praktik LGBT di negara ini," kata Anwar dalam pidatonya.
Anwar menyebut perbuatan LGBTQ merupakan perilaku yang bertentangan dengan hukum agama dan kepatutan.
Anwar juga menyebut fenomena itu merupakan sumber berbagai macam penyakit berbahaya.
"Tidak sesuai dengan harkat dan martabat makluk yang namanya manusia rendahkan martabat manusia," ucap dia.
Pada saat yang sama, Anwar berterima kasih atas sikap pemerintah yang mengeluarkan aturan yang menyatakan bahwa LGBTQ merupakan bagian dari ancaman ketahanan nasional.
Ia menyebut seluruh ulama di Indonesia menaruh perhatian penuh dan menyebut bahwa isu LGBTQ merupakan keprihatinan para ulama.
"Kita tidak ingin bangsa ini dikutuk oleh Allah SWT seperti zaman Nabi Luth dulu, karena melakukan praktik-praktik yang sangat tidak normal," ujarnya.
(mnf/kid)
Add
as a preferred source on Google

7 hours ago
8















































