Makassar, CNN Indonesia --
Bripda P, senior terduga penganiaya Bripda DP (19) hingga tewas di area barak Samapta Polda Sulawesi Selatan, menjalani sidang etik.
"Sekarang agendanya adalah pemeriksaan dari tersangka, Bripda P dan saksi-saksi," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto, Senin (2/3).
Didik menjelaskan ada 14 saksi yang akan diperiksa di sidang etik tersebut. Belasan saksi merupakan orang-orang yang berada di lokasi saat peristiwa penganiayaan tersebut terjadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saksi-saksi yang diperiksa hari ini ada sebanyak 14 orang. Sekarang terkait pemeriksaan saksi," ujarnya.
Majelis hakim juga akan mendalami setiap keterangan yang disampaikan dan peran mereka pada saat kejadian berlangsung.
"Tentu dalam sidang penganiayaan ini, tentunya majelis hakim kode etik akan mendalami peran dari masing-masing saksi dan (menceritakan) apa yang dilihat pada saat kejadian. Itu yang akan digali pada saat sidang ini," jelasnya.
Penyidik Polda Sulawesi Selatan telah memeriksa delapan orang sebagai saksi terkait kasus kematian Bripda DP (19) yang diduga mengalami tindakan kekerasan saat berada di barak Samapta Polda Sulsel.
Dalam kasus ini, penyidik telah menetapkan satu orang sebagai tersangka, Bripda P yang merupakan senior korban.
"Dari proses yang masih berlangsung, ada delapan orang yang diperiksa sebagai saksi yang berkaitan di sekitar korban," kata Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Raharjo Puro, Kamis (26/2).
Jenderal bintang dua ini menuturkan dari delapan saksi yang diperiksa, terdapat empat orang yang bersebelahan tempat tidur dengan korban di barak.
"Keempat saksi menyatakan bahwa korban pada malam itu, tidak tidur di dalam barak, tapi dia di luar tidur tersendiri bersama rekan-rekan lainnya," ungkapnya.
Delapan saksi tersebut, kata Djuhandhani, penyidik belum menemukan keterlibatan langsung dalam kasus pembunuhan terhadap Bripda DP.
"Kami masih mendalami, tapi ada dua orang diduga atau kita kenakan proses disiplin maupun kode etik. Dimana, kami melihat atas nama Bripda MS itu membersihkan darah agar tidak ada mengetahui kejadian tersebut," jelasnya.
(mir/isn)

10 hours ago
5

















































