Ligaolahraga.com -
Berita Tinju - Anthony Joshua dijadwalkan menghadapi Tyson Fury dalam pertarungan yang menjadi salah satu duel paling dinantikan di kelas berat. Pertandingan tersebut diperkirakan berlangsung pada November di New York, meski rincian resmi mengenai lokasi dan jadwal masih menunggu pengumuman lebih lanjut.
Kekhawatiran terhadap kondisi Joshua muncul setelah penampilannya dalam laga pemanasan melawan Kristian Prenga pada bulan lalu. Petinju berusia 36 tahun itu memang berhasil menang knockout pada ronde kedua, tetapi sebelumnya sempat mengalami situasi sulit.
Prenga, yang datang sebagai lawan nonunggulan, dua kali menjatuhkan Joshua pada ronde pertama. Pukulan uppercut kanan membuat Joshua terjatuh dalam 20 detik pertama, sebelum serangan berikutnya kembali membuat mantan juara dunia tersebut kehilangan keseimbangan.
Joshua kemudian bangkit dan membalikkan keadaan. Sebuah pukulan keras membuat Prenga terjatuh dan pertandingan dihentikan beberapa saat kemudian.
Namun, penampilan tersebut justru memunculkan pertanyaan mengenai kemampuan Joshua dalam menerima pukulan. Kekhawatiran itu semakin besar karena ia akan menghadapi Fury, petinju yang memiliki kemampuan bertinju dari jarak jauh sekaligus cukup efektif memanfaatkan kesalahan lawan.
Mantan juara dunia sekaligus anggota International Boxing Hall of Fame, Carl Froch, termasuk pihak yang meragukan ketahanan Joshua. Menurutnya, penurunan kemampuan tersebut bisa menjadi masalah besar ketika Joshua menghadapi petinju elite.
"Ketahanan pukulannya sudah menurun. Joshua memang masih bisa memukul keras, cepat dan berbahaya. Tetapi menurut saya, kemampuan itu sudah tidak seperti dulu," ujar Froch melalui kanal YouTube miliknya.
Froch menilai masalah tersebut akan semakin berbahaya apabila Joshua tidak mampu menghindari pukulan lawan ketika masuk ke jarak serang.
"Ketika Anda tidak lagi mampu menerima pukulan, satu serangan yang mengenai saat bergerak maju saja bisa membuat semuanya berakhir. Kita sudah melihat contohnya ketika dia menghadapi Prenga," katanya.
Meski demikian, bukan berarti Joshua tidak memiliki peluang menghadapi Fury. Kecepatan tangan dan kekuatan pukulannya tetap menjadi senjata utama, terutama pada ronde ronde awal.
Joshua juga memiliki pengalaman menghadapi sejumlah petinju kelas berat elite, termasuk Wladimir Klitschko, Oleksandr Usyk, Andy Ruiz Jr, dan Daniel Dubois. Karena itu, pertarungan melawan Fury tetap sulit diprediksi.
Jika Anthony Joshua mampu menjaga jarak, memanfaatkan kecepatan, dan menghindari pertukaran pukulan terlalu lama, peluangnya tetap terbuka. Namun, jika penilaian Froch mengenai penurunan daya tahan pukulan terbukti benar, Fury bisa memiliki keuntungan besar dalam duel yang berpotensi menjadi salah satu pertarungan terbesar dalam karier keduanya.
Artikel Tag: tyson fury, anthony joshua, carl froch, heavyweight
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/anthony-joshua-dinilai-tak-lagi-mampu-menahan-pukulan-keras

2 hours ago
2

















































