Ligaolahraga.com -
Sejumlah agen pemain terkemuka di WNBA mengirimkan surat kepada direktur eksekutif Women's National Basketball Players Association (WNBPA), Terri Carmichael Jackson, pada Kamis (26/2) waktu setempat.
Dalam surat tersebut, para agen meminta adanya “transparansi dan komunikasi terkoordinasi” selama proses negosiasi perjanjian kerja bersama atau collective bargaining agreement (CBA) dengan pihak liga.
Surat yang diperoleh ESPN itu ditandatangani oleh hampir selusin agen pemain. Mereka juga meminta agar diberi kesempatan meninjau proposal terbaru dari liga terkait CBA baru, dengan ketentuan menandatangani perjanjian kerahasiaan (non-disclosure agreement).
Negosiasi CBA antara WNBPA dan Women's National Basketball Association (WNBA) telah berlangsung selama 16 bulan dan hingga kini belum mencapai titik terang.
Dalam pertemuan virtual pada Senin lalu, pihak liga menyampaikan kepada para pemain—dan kemudian kepada tim-tim peserta—bahwa target penyelesaian term sheet adalah 10 Maret.
Tenggat itu ditetapkan agar jadwal musim 2026 tidak terdampak.
“Pada tahap negosiasi ini, dengan waktu yang semakin mendesak, keselarasan dan berbagi informasi akan sangat membantu para pemain dan serikat,” demikian isi surat para agen tersebut.
Menariknya, kurang dari 90 menit sebelum surat itu dikirim, pihak serikat juga telah lebih dulu menyampaikan korespondensi kepada para agen.
Dalam email yang diperoleh ESPN, staf WNBPA menawarkan pertemuan dengan pemain dan agen sebagai bagian dari komitmen terhadap transparansi dan edukasi selama proses negosiasi berlangsung.
Mereka juga membuka ruang diskusi untuk menjawab pertanyaan dari para klien agen.
Selain itu, WNBPA berencana mengirimkan survei kepada para pemain dalam beberapa hari ke depan guna mengumpulkan masukan terkait proposal terbaru liga yang disampaikan pada 20 Februari.
Sumber ESPN menyebut langkah tersebut bukan hal yang luar biasa, karena serikat secara rutin melakukan survei sepanjang proses perundingan.
Namun, para agen juga meminta dilibatkan dalam penyusunan maupun peninjauan survei tersebut demi memastikan adanya transparansi dan masukan yang memadai.
“Perlu dicatat, saat ini terdapat tingkat persatuan yang belum pernah terjadi sebelumnya di antara para agen,” tulis surat itu.
“Keselarasan ini mencerminkan komitmen bersama untuk melakukan yang terbaik bagi para pemain dan kesehatan jangka panjang liga.”
Situasi ini muncul setelah panggilan internal pemain pada Selasa yang dilaporkan berlangsung cukup panas, sebagaimana pertama kali diberitakan Front Office Sports.
Dalam surat lanjutan kepada pemain, Jackson menyebut diskusi tersebut berlangsung “penuh semangat, penuh gairah, dan terkadang alot” ketika para pemimpin pemain membahas perbedaan pandangan terkait langkah selanjutnya.
Jackson menegaskan bahwa perdebatan tersebut merupakan “tanda dari serikat yang sehat.”
Pada Desember lalu, badan pemain WNBPA telah memberi kewenangan kepada komite eksekutif beranggotakan tujuh pemain untuk menyerukan mogok kerja jika diperlukan.
Sumber yang mengikuti panggilan Selasa itu menyebut lebih dari setengah kepemimpinan pemain kembali menegaskan keinginan agar opsi mogok tetap berada di atas meja.
Sebelumnya, ESPN juga melaporkan adanya perbedaan pandangan di dalam komite eksekutif.
Sebagian pemain menilai mereka tidak seharusnya berkompromi lebih jauh sebelum merasa nyaman dengan sistem pembagian pendapatan baru, sementara kelompok lain menilai kesepakatan semakin dekat meski masih ada sejumlah isu yang perlu dirundingkan.
Dengan tenggat 10 Maret yang semakin dekat, dinamika internal serikat dan desakan transparansi dari para agen diperkirakan akan memainkan peran penting dalam menentukan arah negosiasi CBA dan masa depan musim 2026 WNBA.
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/basket/agen-desak-transparansi-wnbpa-dalam-negosiasi-cba-dengan-wnba

6 hours ago
3

















































