Adebayo Cetak 83 Poin, Green Kecam Kritikan

5 hours ago 4

Ligaolahraga.com -

Berita Basket NBA baru saja diguncangkan dengan prestasi luar biasa dari Bam Adebayo, yang mencetak 83 poin untuk Miami Heat pada awal pekan ini. Catatan skor tersebut menjadi rekor tertinggi kedua dalam sejarah liga, hanya kalah dari Wilt Chamberlain yang mencetak 100 poin pada tahun 1962. Aksi gemilang Adebayo ini cepat memicu perdebatan sengit di kalangan penggemar dan kritikus bola basket.

Adebayo menciptakan sejarah pada Selasa malam waktu setempat, menjadi pemain ketiga dalam sejarah NBA yang berhasil melampaui 80 poin dalam satu pertandingan. Prestasinya ini membuatnya melewati rekor 81 poin yang sebelumnya dipegang oleh mendiang Kobe Bryant sejak tahun 2006.

Namun, tidak semua pihak menyambut hangat pencapaian Adebayo. Beberapa kritikus mempertanyakan cara poin tersebut dicetak, terutama mengingat 43 percobaan tembakan bebas yang dilakukan Adebayo dan strategi Miami yang sengaja melakukan pelanggaran di akhir pertandingan untuk menciptakan lebih banyak penguasaan bola. Sebagian kalangan bahkan berpendapat bahwa Adebayo seharusnya mengundurkan diri dari permainan sebelum melampaui rekor Bryant sebagai bentuk penghormatan.

Menanggapi kritik tersebut, Adebayo, yang merupakan penggemar Bryant, dengan tegas menolak pandangan tersebut. "Saya seperti, ‘Dengar, saya penggemar Kobe. Saya hampir mendekati rekornya. Menurutmu apa yang akan saya lakukan? Mencoba memecahkannya?’ Saya cukup yakin jika saya mencetak 81 poin dan Kobe sedang dalam perjalanan, dia tidak akan berkata, ‘Kau tahu apa, aku akan keluar lapangan dengan sisa waktu sembilan menit, tapi aku sudah mencetak 70 poin.’ Seriuslah," ujar Adebayo.

Pemain veteran Warriors, Draymond Green, turut membela Adebayo dan mengecam para kritikus. Green mengkritik "aturan tak tertulis" dalam bola basket yang menyarankan untuk mengistirahatkan pemain dalam pertandingan yang sudah dipastikan menang. Green memuji keputusan Heat yang membiarkan Adebayo mengejar rekor tersebut, menilai bahwa penampilannya pantas mendapatkan pengakuan dan bukan kritik.

Green juga menyoroti standar ganda dalam dunia bola basket, mengingatkan bagaimana pelatih pada umumnya akan mengistirahatkan pemain inti meskipun ada peluang mencapai pencapaian bersejarah. Sebagai contoh, ia menyebutkan pertandingan Joel Embiid yang mencetak 70 poin melawan Spurs pada tahun 2024, di mana Embiid hanya bermain lima menit di kuarter keempat meskipun berpeluang mencetak lebih banyak poin.

"Jika mudah, pasti sudah ada yang melakukannya sebelumnya," tambah Green, menekankan bahwa prestasi Adebayo layak mendapat pengakuan, bukan kritik. "Mentalitas pecundang yang dimiliki orang-orang di dunia ini benar-benar menyedihkan. ‘Kamu seharusnya mengeluarkannya dari permainan karena kamu unggul banyak poin,’ Kata siapa? Bukan salahnya kalau mereka payah! Bam mencetak 83 poin."

Dalam kurun 48 jam setelah pertandingan, Adebayo masih mencerna besarnya pencapaian yang telah diraihnya dan merasa takjub pada dirinya sendiri. Di tengah kontroversi, Adebayo mengingatkan bahwa fokusnya kini harus beralih ke pertandingan berikutnya, sesuai dengan semangat juang yang diwariskan oleh Kobe Bryant.

Artikel Tag: miami heat, kobe bryant, wilt chamberlain, bam adebayo

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/basket/adebayo-cetak-83-poin-green-kecam-kritikan

Read Entire Article
Sports | | | |