Ligaolahraga.com -
Berita Basket NBA
Mahmoud Abdul-Rauf, dengan tegas menyatakan, “Kewajiban saya adalah kepada Sang Pencipta, bukan kepada ideologi nasionalis,” seperti dilansir dari The Guardian. Pada tahun 1996, Abdul-Rauf diskors oleh NBA karena menolak berdiri ketika lagu kebangsaan Amerika Serikat diputar. Bagi Abdul-Rauf, bendera itu melambangkan penindasan dan rasisme. Keputusan ini perlahan-lahan mengikis kariernya di NBA hingga ia akhirnya kehilangan posisi dan hengkang dari liga tersebut.
Denver Nuggets memilih Abdul-Rauf sebagai pilihan ketiga dalam NBA Draft 1990. Dia segera mencetak rata-rata sekitar 14 poin pada tahun pertamanya, sebuah pencapaian yang mengantarkannya meraih penghargaan Most Improved Player pada musim 1992-1993. Langkah yang diambil Abdul-Rauf adalah bukti nyata bahwa olahraga dan politik tak terpisahkan. Setiap kali pemain memasuki lapangan, mereka membawa identitas, komunitas, dan isu sosial yang menyertai.
Bagi para penggemarnya, olahraga seringkali menjadi pelarian. Namun, bagi mereka yang tumbuh dalam ketidakadilan, olahraga adalah panggung dan satu-satunya mikrofon untuk menyuarakan kebenaran. Posisi pemain yang unik membuat suara mereka mampu menjangkau jutaan pendengar, bahkan mereka yang tidak terpapar berita online atau televisi.
Dalam catatan sejarah, para atlet telah berperan penting dalam perjuangan sosial. Jauh sebelum keadilan sosial menjadi topik rutin di NBA, banyak yang mempertaruhkan karier demi keyakinan. Muhammad Ali, misalnya, menolak wajib militer untuk perang Vietnam, sebuah keputusan yang membuatnya kehilangan gelar juara dunia dan lisensi bertinju. Namun, Ali berdiri teguh melawan ketidakadilan yang dialami komunitas Afrika-Amerika.
Dalam dunia basket, gerakan perlawanan telah mengiringi pertumbuhan olahraga ini. Sebelum Abdul-Rauf, Craig Hodges konsisten menyuarakan isu rasisme struktural dan kemiskinan. Setelah membantu Chicago Bulls meraih gelar juara NBA pada 1991, Hodges mendatangi Gedung Putih mengenakan dashiki dan menyerahkan surat kepada Presiden George H.W. Bush yang mendesak perhatian lebih terhadap komunitas miskin dan minoritas.
Pada musim 2020, Milwaukee Bucks memutuskan untuk tidak bermain dalam pertandingan playoff sebagai protes atas penembakan Jacob Blake di Kenosha, Wisconsin, oleh seorang petugas polisi. Tindakan ini memicu penundaan pertandingan NBA dan semakin memperkuat keterlibatan pemain dalam isu-isu sosial. Para pemain kini kerap mengungkapkan pesan keadilan sosial melalui pakaian atau media sosial.
NBA mendukung isu sosial ini, seperti dengan meluncurkan lapangan yang dihiasi logo Black Lives Matter. Ini menegaskan bahwa olahraga memiliki kekuatan untuk membawa perubahan dan membuka ruang bagi isu sosial. Para pemain yang berani mengambil sikap dan menyuarakan keresahan mereka layak mendapat penghormatan. Tindakan mereka adalah bentuk pengorbanan yang tak ternilai, membangun kesadaran kolektif untuk masa depan yang lebih baik. Sehat-sehat semuanya, tabik.
Artikel Tag: muhammad ali
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/basket/abdul-rauf-keyakinan-di-atas-ideologi-nasionalis

5 hours ago
7

















































