2.100 Jemaah Umrah Jatim Terancam Tunda Berangkat Imbas Perang Timteng

3 hours ago 1

Surabaya, CNN Indonesia --

Perang di kawasan Timur Tengah antara Iran-Israel dan Amerika Serikat berdampak ke sektor perjalanan ibadah haji dan umrah ke Tanah Suci. Ribuan jemaah umrah asal Jawa Timur pun terancam tertunda keberangkatannya.

Plt Kepala Kemenhaj Jawa Timur, Asadul Anam, mengonfirmasi adanya imbauan resmi dari pemerintah pusat untuk menunda keberangkatan jemaah guna menghindari wilayah udara yang terdampak konflik.

Saat ini, pihaknya pun tengah melakukan pendataan menyeluruh terhadap jemaah yang terdampak kebijakan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Imbauan dari Kementerian Haji kemarin sore jam 15.00 WIB itu itu sudah mengeluarkan statement yang melalui Pak Wakil Menteri Haji untuk menunda keberangkatan. Nah, ini sedang kita himpun, sedang kita himpun," kata Anam, saat dikonfirmasi, Senin (2/3).

Berdasarkan data yang tercatat dalam Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh), jumlah jemaah yang sudah masuk dalam daftar keberangkatan mencapai ribuan orang.

Meski data sudah dikantongi, pihak Kemenhaj menegaskan teknis operasional sepenuhnya berada di tangan masing-masing biro perjalanan atau Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

"Karena daftar yang ada di Siskopatuh itu ada sekitar 2.100 jemaah yang sudah mendaftar di Nusuk Masar yang akan berangkat pada hari-hari ke depan ini. Nah, itu kita belum tahu karena teknisnya kan berada di otoritas PPIU sendiri bukan di kita. Tapi tetap kita pantau untuk apa namanya proses keberangkatan dan sebagainya seperti apa," kata dia.

Ketidakpastian mengenai lamanya konflik di Timur Tengah membuat Kemenhaj Jatim belum bisa menentukan tanggal pasti kapan jemaah bisa kembali diberangkatkan. Pengawasan ketat akan terus dilakukan dengan mempertimbangkan tingkat ketegangan yang terjadi.

"Nah, kita kan enggak tahu juga sampai kapan berakhirnya konflik di Timur Tengah itu. Yang saya kira harus diperhatikan adalah aspek eskalasinya. Ya, kalau nanti eskalasinya ini semakin tinggi saya kira akan lebih diperketat terkait dengan itu," ucapnya.

Sebagai langkah antisipasi, para jemaah diminta untuk tetap tenang dan aktif mencari informasi terbaru melalui agen travel masing-masing. Komunikasi yang intensif antara jemaah dan PPIU menjadi diharapkan dapat berjalan dengan jelas dan transparan.

"Ya, sekali lagi untuk koordinasi komunikasi dengan pihak PPIU-nya. Oke. Nanti di langganan kapan seperti itu untuk mendapatkan kepastian dari sana," katanya.

(frd/isn)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sports | | | |