Jakarta, CNN Indonesia --
Dinas Bina Marga DKI Jakarta mencatat sebanyak 1.383 titik jalan berlubang yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta telah ditangani sejak 11 hingga 21 Januari 2026.
Penanganan tersebut dilakukan oleh Satuan Pelaksana Bina Marga mulai di tingkat kecamatan, suku dinas, serta dinas.
"Pendataan terhadap jumlah titik kerusakan jalan masih terus dilakukan dan dapat mengalami pembaruan seiring proses verifikasi di lapangan," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny di Jakarta, Rabu (28/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menyampaikan, Dinas Bina Marga DKI Jakarta telah melakukan berbagai langkah mitigasi untuk meminimalkan risiko bagi pengendara. Satpel Bina Marga di kecamatan, suku dinas, serta satgas pasukan kuning bergerak cepat melakukan pemantauan.
Setiap temuan jalan yang membutuhkan perbaikan langsung ditangani agar tidak menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Penanganan yang dilakukan saat ini merupakan langkah sementara dan darurat. Penambalan dilakukan menyesuaikan kondisi cuaca yang belum menentu.
Ia memastikan, Dinas Bina Marga akan melakukan perbaikan permanen menggunakan aspal hotmix ketika cuaca sudah lebih mendukung agar kualitas jalan lebih baik dan tahan lama.
"Penggunaan hotmix efektif untuk perawatan jangka panjang dan diharapkan mampu mengurangi potensi kerusakan kembali akibat cuaca ekstrem," jelas Siti.
Dia menambahkan, penanganan pasca cuaca ekstrem ini dilakukan secara menyeluruh di lima kota administrasi DKI Jakarta, mencakup jalan lingkungan, jalan provinsi, hingga ruas jalan utama.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menjelaskan alasan pihaknya belum memperbaiki jalan yang rusak atau berlubang karena cuaca ekstrem.
"Sebenarnya Pemerintah DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga ingin segera melakukan penambalan atau penanganan jalan-jalan yang berlubang. Tetapi karena sampai dengan tanggal 1 (Februari) curah hujannya itu akan tinggi, kalau kita lakukan sekarang pasti satu-dua hari akan terkelupas kembali," jelas Pramono.
Ia bahkan sempat meminta agar jalan di Gatot Subroto diperbaiki. Namun ternyata, menambal jalan saja tak cukup untuk memperbaiki wilayah tersebut.
"Kenapa kemudian harus dilakukan yang lebih. Bukan hanya menambal, tetapi membuat aspal yang baru. Dan itu perlu waktu," ujar Pramono.
Apabila cuaca sudah membaik, dia berjanji akan segera meminta Dinas Bina Marga untuk memperbaiki jalan-jalan di Jakarta yang rusak akibat hujan karena biaya perbaikan bukan menjadi masalah bagi Jakarta, sehingga perbaikan dapat segera dilakukan jika cuaca ekstrem sudah berlalu.
(antara)

4 hours ago
2

















































