Ligaolahraga.com -
Berita Tinju - Shakur Stevenson masih membuka kemungkinan menghadapi Manny Pacquiao dalam pertarungan berikutnya. Meski belum ada kepastian mengenai tanggal, lokasi maupun lawan yang akan dihadapi, nama Pacquiao tetap masuk dalam daftar opsi bagi juara dunia empat divisi tersebut.
Rencana tersebut tentu menimbulkan perdebatan. Stevenson saat ini berusia 29 tahun dan sedang berada dalam salah satu fase terbaik kariernya. Ia baru saja mencatat kemenangan penting atas Teofimo Lopez pada Januari lalu sekaligus merebut gelar dunia di divisi keempat sepanjang kariernya.
Di sisi lain, Pacquiao sudah berusia 47 tahun dan berada jauh dari masa kejayaannya. Legenda asal Filipina itu terakhir bertanding pada Juli 2025 ketika menghadapi Mario Barrios dalam perebutan gelar WBC kelas welter.
Pertarungan tersebut berakhir imbang secara mayoritas. Hasil itu tetap mendapat apresiasi karena Pacquiao mampu memberikan perlawanan kompetitif meski sebelumnya menjalani masa tidak aktif selama hampir empat tahun.
Namun, Pacquiao bukan lagi petinju yang sama seperti ketika mendominasi kelas welter. Pada masa terbaiknya, ia mampu menghentikan nama nama besar seperti Oscar De La Hoya dan Ricky Hatton.
Ketika Pacquiao berada di puncak karier, Stevenson bahkan belum mencapai level senior sebagai petinju amatir. Kini situasinya berubah. Stevenson telah berkembang menjadi salah satu petinju papan atas dalam daftar pound for pound dan memegang gelar dunia di empat divisi.
Karena itu, rencana menghadapi Pacquiao dinilai kurang ideal oleh sebagian penggemar. Namun, Zab Judah justru melihat sisi positif jika Stevenson mampu mengalahkan legenda Filipina tersebut.
Mantan juara dunia dua divisi itu mengatakan kemenangan atas Pacquiao tetap dapat memberikan tambahan penting bagi rekam jejak Stevenson, terutama karena nama besar sang lawan.
“Menurut saya, itu akan terlihat bagus karena dia masuk ke dimensi lain dengan mengalahkan seorang legenda. Dia akan menambahkan nama seorang legenda ke dalam rekornya,” ujar Judah kepada Ring Champs.
Judah menilai sejarah pada akhirnya akan melihat siapa saja lawan yang pernah dihadapi seorang petinju.
“Kalau kita jujur, ketika semuanya sudah selesai, orang hanya akan melihat rekornya dan bertanya, siapa saja yang pernah dia lawan?” lanjutnya.
Meski demikian, tidak semua penggemar kemungkinan memiliki pandangan yang sama. Banyak yang berpotensi menilai kemenangan Stevenson atas Pacquiao tidak terlalu berarti karena kondisi sang legenda sudah jauh dari masa primanya.
Pacquiao sendiri sebelumnya mengalami kekalahan melalui keputusan mutlak dari Yordenis Ugas pada 2021. Setelah itu, ia menjalani jeda panjang sebelum kembali menghadapi Barrios pada 2025.
Jika duel Shakur Stevenson melawan Manny Pacquiao benar benar terjadi, pertarungan tersebut pada akhirnya akan menjadi pertemuan antara bintang muda yang sedang berada di puncak karier dengan salah satu legenda terbesar dalam sejarah tinju.
Artikel Tag: manny pacquiao, kelas welter, zab judah, shakur stevenson
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/zab-judah-kalahkan-manny-pacquiao-bisa-angkat-rekor-shakur-stevenson

1 hour ago
4

















































