Warga Sesak Napas dan Tak Bisa Tidur Imbas Kebakaran TPA Jatiwaringin

9 hours ago 8

Tangerang, CNN Indonesia --

Kepulan asap tebal akibat kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, mulai berdampak pada kesehatan warga, Rabu (1/7).

Sejumlah warga mengeluhkan gangguan pernapasan akibat paparan asap yang terus menyelimuti permukiman.

Pemerintah Kabupaten Tangerang menerapkan evakuasi secara situasional mengikuti arah angin. Saat angin bertiup ke arah selatan, warga di Desa Tanjakan Mekar dipindahkan sementara ke kantor desa maupun rumah ketua RT. Ketika kondisi membaik dan arah angin berubah, warga diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sisi lain, tim medis dari Dinas Kesehatan dan puskesmas setempat disiagakan untuk memberikan layanan kesehatan kepada warga terdampak. Keluhan yang paling banyak disampaikan warga adalah sakit tenggorokan, batuk, hingga sesak napas.

Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, mengatakan pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta BPBD Provinsi Banten dalam upaya penanganan kebakaran. Menurut dia, cuaca ekstrem dan angin kencang menjadi kendala utama dalam proses pemadaman.

"Selain memadamkan api di TPA Jatiwaringin, kami juga menyiapkan tempat pengungsian bagi warga terdampak di kantor desa. Sekitar 30 kepala keluarga telah difasilitasi tempat tinggal sementara, kasur, makanan, minuman, hingga layanan kesehatan dari puskesmas dan Dinas Kesehatan," kata Maesyal.

Ia menambahkan, sebagian besar titik api yang dapat dijangkau armada pemadam telah berhasil dipadamkan. Namun, masih terdapat api di area puncak tumpukan sampah yang sulit diakses sehingga asap masih terus muncul dan terbawa angin ke permukiman warga.

Salah seorang warga terdampak, Siti Hayati, mengaku mengalami pusing, sesak napas, serta sakit tenggorokan sejak asap kebakaran menyelimuti lingkungan tempat tinggalnya.

"Saya pusing, dada sesak, tenggorokan berdahak, sampai sulit tidur karena sesak. Kalau asap datang ke sini rasanya makin berat," ujarnya.

Dokter Vina dari tim medis Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mengatakan sedikitnya 60 warga telah mendapatkan penanganan medis. Mayoritas pasien mengalami batuk, sesak napas, dan pusing akibat menghirup asap kebakaran.

Menurutnya, proses evakuasi warga juga dilakukan menyesuaikan arah angin agar paparan asap dapat diminimalkan.

Sementara itu, relawan PMI yang berada di lokasi terus membagikan masker kepada warga sebagai upaya mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap dari kebakaran TPA Jatiwaringin.

[Gambas:Youtube]

(dod/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sports | | | |