Update Terbaru Operasi SAR KMP Mutiara Sentosa yang Terbakar di Laut

11 hours ago 3
Daftar Isi

Surabaya, CNN Indonesia --

Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa 2 dilaporkan terbakar di perairan utara Sumenep, Pulau Madura, Jawa Timur (Jatim), Minggu (2/8).

Hingga Minggu sore dilaporkan empat penumpang dinyatakan meninggal dunia, sementara 218 lainnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit mengatakan angka tersebut merupakan hasil pendataan sementara hingga pukul 15.15 WIB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Operasi pencarian dan evakuasi terhadap penumpang yang masih belum terdata hingga kini terus berlangsung melibatkan tim gabungan.

"Dari hasil pendataan sementara, sebanyak 218 penumpang berhasil diselamatkan, sedangkan empat orang ditemukan meninggal dunia," kata Nanang.

Proses evakuasi penumpang

Proses evakuasi mengandalkan sejumlah kapal niaga dan kapal tunda yang kebetulan berada di sekitar lokasi kejadian saat api mulai melalap KMP Mutiara Sentosa 2.

Kapal Meratus Pematang Siantar tercatat mengevakuasi jumlah penumpang terbanyak, yakni 111 orang, terdiri atas 109 penumpang selamat dan dua korban meninggal dunia.

TB Hasnur 26 mengevakuasi 66 orang, dengan rincian 65 selamat dan satu meninggal dunia.

Sementara itu, Meratus Project 3 menyelamatkan 14 orang, terdiri atas 13 penumpang selamat dan satu korban meninggal dunia. Kapal Transco Arafura mengevakuasi 17 penumpang selamat, sedangkan Prakarsa Mas dan SC Aila XVII masing-masing menyelamatkan tujuh penumpang.

Kronologi kebakaran

Kebakaran kapal pertama kali dilaporkan ke Kantor SAR Surabaya pada pukul 08.24 WIB oleh Petugas Siaga Syahbandar Tanjung Perak. Satu menit berselang, PT Atosim Lampung Pelayaran selaku operator kapal turut mengonfirmasi bahwa KMP Mutiara Sentosa 2 terbakar saat berlayar dengan jumlah orang di atas kapal (POB) sekitar 250 orang.

Berdasarkan informasi yang diterima perusahaan dari nakhoda, api mulai muncul sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WIB di perairan utara Madura. Komunikasi dengan nakhoda terputus tak lama setelah laporan awal tersebut disampaikan.

Berdasarkan laporan Kemenhub, informasi mengenai insiden tersebut diterima sekitar pukul 08.30 WIB dan langsung ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama seluruh instansi terkait untuk pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan.

Stasiun Radio Pantai (SROP) Kalianget segera menyiarkan informasi kecelakaan kapal dan berkoordinasi dengan Basarnas. Pada saat kejadian, kondisi cuaca dilaporkan cerah berawan.

Kemenhub juga mengerahkan kapal patroli KN Grantin P.211 milik Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) menuju lokasi. Sementara Distrik Navigasi menyiapkan Kapal Negara (KN) Masalembo untuk mendukung operasi penanganan sesuai kebutuhan di lapangan.

Kapal Meratus Project 3 menjadi salah satu kapal pertama yang menemukan posisi KM Mutiara Sentosa II. Namun, kapal tersebut tidak dapat langsung mengevakuasi penumpang karena sedang mengangkut muatan berbahaya (dangerous cargo).

Koordinasi tim SAR dengan kapal Meratus Project 3 pada pukul 09.45 WIB memastikan posisi KMP Mutiara Sentosa 2 berada sekitar 19 mil laut di utara Pulau Sapudi. Kondisi kapal saat itu dilaporkan sudah hampir seluruhnya terbakar, dengan penumpang bertahan di anjungan dan haluan sembari menunggu pertolongan datang.

Proses evakuasi awal penumpang KMP dilakukan oleh TB Hasnur 26. Pada pukul 10.20 WIB, sejumlah penumpang nekat melompat ke laut untuk menyelamatkan diri dan kemudian dievakuasi oleh TB Hasnur 26 bersama kapal British Mentor yang berada di sekitar lokasi.

KN SAR 249 Permadi diberangkatkan dari Surabaya menuju lokasi kejadian, sementara Pos SAR Sumenep mengerahkan satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) untuk memperkuat operasi pencarian dan pertolongan.

Hingga berita ini ditulis, tim SAR bersama unsur terkait masih melanjutkan proses evakuasi dan pendataan korban.

Penyelidikan Kemenhub

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) masih menyelidiki penyebab kebakaran yang menimpa KM Mutiara Sentosa II di perairan Laut Jawa, Minggu (2/8).

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Muhammad Masyhud mengatakan fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan seluruh penumpang dan awak kapal dapat dievakuasi dengan cepat dan selamat.

Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan.

"Keselamatan penumpang dan awak kapal merupakan prioritas utama. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan proses evakuasi dapat berjalan dengan cepat, aman, dan efektif," kata Masyhud dalam keterangan resmi, Minggu (2/8).

Posko

Masyhud mengatakan Kemenhub bersama seluruh instansi terkait juga telah menyiapkan posko untuk mendukung koordinasi operasi penyelamatan. Ia menegaskan perkembangan penanganan akan disampaikan secara berkala setelah seluruh informasi dari lapangan selesai diverifikasi.

"Kami akan terus menyampaikan perkembangan penanganan insiden ini secara berkala setelah seluruh informasi yang diterima dari lapangan selesai diverifikasi, sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat akurat dan dapat dipertanggungjawabkan," ujarnya.

(frd/del/kid)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sports | | | |