Ligaolahraga.com -
Berita MotoGP - Toprak Razgatlioglu belum mampu menunjukkan performa konsisten sepanjang musim debutnya di MotoGP 2026. Namun penampilannya di MotoGP San Marino membuat pengamat MotoGP, Neil Hodgson melihat satu hal yang dianggap bisa menjadi modal penting bagi Toprak dan Yamaha menghadapi musim 2027.
Finis ke-12 di MotoGP San Marino bukan hasil yang terlalu istimewa bagi Toprak Razgatlioglu. Pembalap Pramac Yamaha tersebut hanya mendapatkan empat poin dari balapan di Misano, tetapi performanya pada fase akhir lomba justru menarik perhatian Neil Hodgson.
Mantan pembalap MotoGP itu melihat Toprak memiliki karakter yang berbeda ketika menggunakan ban balap dibandingkan saat mengejar waktu dalam satu lap. Perbedaan tersebut menurut Hodgson bisa menjadi kabar baik bagi Toprak ketika memasuki era baru MotoGP tahun depan.
Toprak memang masih kesulitan dalam sesi kualifikasi. Ia hanya menempati posisi ke-21 dalam sesi latihan di Misano dan kembali kesulitan mendapatkan waktu terbaik dalam satu lap.
Namun, situasinya berubah ketika balapan berlangsung. Toprak mampu bertahan dalam rombongan yang memperebutkan posisi kesembilan bersama sejumlah pembalap seperti Fabio Quartararo, Enea Bastianini, Johann Zarco dan Brad Binder.
Pada lap ke-19, Toprak bahkan sempat berada dalam pertarungan yang cukup ketat dengan Quartararo. Menariknya, ketika ban Michelin mulai kehilangan performa, laju Toprak justru tetap kompetitif.
Catatan waktu terbaik Toprak datang pada lap ke-12 dengan 1 menit 31,770 detik. Angka tersebut tidak jauh dari waktu tercepat Quartararo yang mencatat 1 menit 31,711 detik pada lap ke-19.
"Toprak jelas kesulitan mencatat waktu yang sangat cepat dalam satu lap. Tetapi ketika menggunakan ban untuk balapan, dia sebenarnya tidak terlalu jauh," ujar Hodgson kepada TNT Sports.
"Kalau dibandingkan dengan pembalap Yamaha lainnya, lihat Quartararo. Dia jelas mampu mengeluarkan potensi motor dalam satu lap. Tetapi ketika ban mulai aus, sepertinya justru bekerja untuk Toprak. Itu menjadi pertanda bagus untuk tahun depan," katanya.
Toprak Razgatlioglu memang menjalani musim debut dengan kondisi yang tidak ideal. Yamaha masih berusaha mematangkan mesin V4 1.000cc yang digunakan sepanjang 2026, sementara Toprak sendiri harus beradaptasi dengan ban Michelin yang berbeda dari Pirelli di WorldSBK.
Situasinya akan berubah drastis pada 2027. MotoGP akan menggunakan mesin 850cc dan Pirelli menggantikan Michelin sebagai pemasok ban. Regulasi aerodinamika juga akan diperketat.
Yamaha bahkan telah mengalihkan fokus pengembangan ke motor 850cc. Karena itu, kemampuan Toprak mempertahankan kecepatan ketika ban mulai menurun di Misano bisa menjadi salah satu modal yang menarik untuk proyek baru Yamaha musim depan.
Artikel Tag: motogp san marino, toprak razgatlioglu, neil hodgson
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/motogp/toprak-razgatlioglu-p12-di-misano-pengamat-motogp-lihat-ada-sinyal-positif

4 hours ago
6

















































