Temuan Jeriken-Pelampung di Selat Sunda Bukan Milik Rombongan Jurnalis

4 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Polda Banten memastikan sejumlah barang yang ditemukan dalam operasi pencarian di perairan Selat Sunda, sebelah timur Pulau Rakata, bukan milik lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan tiga jenis barang yang ditemukan terdiri atas helm plastik merah, jeriken plastik biru bertutup hitam, serta dua jaket pelampung berwarna oranye.

"Setelah dilakukan pemeriksaan dan konfirmasi dari pemilik kapal KM Arupadhatu 1, dua life jacket berwarna oranye bertuliskan MILLES II dinyatakan bukan milik kapal karena life jacket yang tersedia di kapal berwarna merah, kuning, dan ungu serta tidak memiliki tulisan MILLES II," kata Maruli dalam keterangan tertulis, Minggu (13/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasil pemeriksaan terhadap jeriken yang ditemukan juga menunjukkan adanya perbedaan dengan jeriken yang digunakan KM Arupadhatu 1. Jeriken tersebut diketahui mengeluarkan aroma minyak sayur, bukan bahan bakar Pertamax yang digunakan kapal.

"Terdapat perbedaan fisik antara jeriken temuan dengan jeriken milik kapal. Jeriken milik KM Arupadhatu 1 berwarna biru pudar, berkapasitas 30 liter, berbentuk pendek, memiliki tutup berwarna putih, dan polos tanpa penanda," ujarnya.

Sementara itu, jeriken yang ditemukan memiliki warna biru tua dengan kapasitas 35 liter. Bentuknya lebih panjang, menggunakan tutup hitam, serta terdapat tulisan pada bagian badan jeriken.

Maruli juga memastikan helm plastik merah yang ditemukan bukan merupakan perlengkapan KM Arupadhatu 1. Hal itu karena kapal tersebut tidak memiliki maupun menyediakan helm dengan jenis tersebut.

Polda Banten mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait perkembangan pencarian lima jurnalis tersebut.

"Setiap perkembangan terkait proses pencarian dan pemeriksaan akan disampaikan melalui sumber informasi resmi," katanya.

Di tengah proses pencarian, Tim SAR gabungan terus memperluas area pencarian KM Arupadhatu 1 yang membawa lima jurnalis dan hilang kontak di perairan Selat Sunda.

Area pencarian kini dibagi menjadi enam sektor dengan luas total mencapai 6.010 mil laut persegi. Lima sektor merupakan wilayah pencarian laut, yakni Sektor V, W, X, Y, dan Z, sedangkan satu sektor lainnya merupakan pencarian melalui udara.

Ahli Muda Bidang Kecelakaan Pelayaran dan Penerbangan Basarnas Rangga Aribowo mengatakan pembagian sektor dilakukan untuk memperluas cakupan pencarian.

"Untuk luas area pencarian 6.010 mil laut persegi, pencariannya cukup luas dan dibagi menjadi enam sektor, terdiri dari lima sektor laut dan satu udara," katanya.

Sektor V memiliki luas 840 mil laut persegi dengan pengerahan dua kapal TNI AL, yakni KRI Kerambit dan KRI Teluk Gilimanuk.

Sektor W memiliki luas 1.120 mil laut persegi dan melibatkan satu kapal TNI AL, yakni KAL Anyer.

Sementara Sektor X menjadi wilayah dengan jumlah unsur pencarian terbanyak. Area seluas 681 mil laut persegi tersebut disisir oleh delapan kapal, yakni KN SAR Tetuka, RBB Peucang, RIB 02 Basarnas Banten, RIB 02 Basarnas Lampung, kapal polisi 2016, kapal polisi 2013, KM Garuda, dan KM Bima.

Selanjutnya, Sektor Y memiliki luas 497 mil laut persegi dengan melibatkan KP Sanjaya dan KRI Lepu.

Sektor Z memiliki luas 809 mil laut persegi dengan pengerahan KN SAR Basudewa milik Basarnas Lampung dan KN SAR Antasena milik Basarnas Jakarta.

"Untuk sektor udara, satu helikopter disiagakan di ATS untuk memantau perkembangan kondisi di perairan Selat Sunda," katanya.

Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian dan pemantauan di seluruh sektor yang telah ditentukan guna menemukan keberadaan KM Arupadhatu 1 beserta lima jurnalis yang hingga kini masih hilang kontak.

(tim/isn)

Read Entire Article
Sports | | | |