Ligaolahraga.com -
Berita Piala Dunia: Steve Clarke menegaskan Skotlandia tidak gentar menghadapi Maroko pada laga kedua Grup C Piala Dunia 2026. Meski mengakui lawannya merupakan salah satu tim terkuat di turnamen ini, pelatih Tartan Army itu percaya status underdog justru dapat membantu para pemainnya mengeluarkan kemampuan terbaik di pertandingan yang akan berlangsung Sabtu (20/6/2026) dini hari WIB.
Skotlandia datang ke laga tersebut setelah meraih kemenangan tipis 1-0 atas Haiti pada pertandingan pembuka. Hasil itu membuat mereka berpeluang besar mencetak sejarah dengan lolos ke fase gugur turnamen besar untuk pertama kalinya. Namun Clarke menegaskan fokus timnya bukan menghitung peluang, melainkan menghadapi tantangan berat yang menanti di hadapan mereka.
Menurut Steve Clarke, kualitas Maroko saat ini bahkan lebih baik dibanding skuad yang mengejutkan dunia dengan menembus semifinal Piala Dunia 2022 di Qatar. "Mereka mencapai empat besar pada Piala Dunia sebelumnya dan saya punya perasaan bahwa tim Maroko yang sekarang mungkin sedikit lebih baik daripada tim itu," ujar Clarke.
Pelatih berusia 62 tahun tersebut juga meyakini para pemain Skotlandia akan menikmati tantangan menghadapi tim yang lebih difavoritkan. Ia menilai karakter sepak bola Skotlandia sering kali muncul ketika mereka tidak dibebani ekspektasi besar untuk menang.
"Kadang-kadang jiwa dan mentalitas orang Skotlandia membuat kami sedikit lebih nyaman ketika berstatus underdog. Kali ini kami adalah underdog dan terkadang Skotlandia memang lebih menyukainya seperti itu," katanya.
Clarke mengakui status favorit saat menghadapi Haiti justru menjadi salah satu penyebab permainan timnya kurang mengalir pada laga pertama. Ia merasa para pemain terlihat terbebani oleh ekspektasi sehingga tidak mampu menunjukkan permainan terbaik mereka sepanjang pertandingan.
Meski demikian, Clarke enggan membahas berbagai skenario kelolosan yang bisa terbuka jika Skotlandia meraih hasil positif melawan Maroko. Baginya, hal terpenting adalah memastikan timnya tetap kompetitif dan tidak memberikan keuntungan kepada lawan.
"Jika Anda tidak bisa memenangkan pertandingan, jangan sampai kalah. Semua perhitungan dan kemungkinan yang ada biarlah menjadi urusan kalian dan para pendukung untuk memikirkannya, bukan kami," tambah Clarke.
Menjelang pertandingan tersebut, Clarke diperkirakan akan melakukan sejumlah penyesuaian taktik. Ryan Christie disebut berpeluang memperkuat lini tengah, sementara perubahan ke sistem lima bek juga menjadi opsi untuk meredam ancaman serangan Maroko yang sering dibangun dari lini belakang.
Salah satu pemain yang paling mendapat perhatian dari kubu Skotlandia adalah bek kanan Maroko, Achraf Hakimi. Kapten Skotlandia, Andy Robertson, bahkan tidak ragu memberikan pujian tinggi kepada pemain Paris Saint-Germain tersebut.
"Saya pikir dia adalah bek sayap terbaik di dunia saat ini. Dia bermain dengan kebebasan penuh dan bisa muncul di kotak penalti lawan, lalu tiba-tiba kembali ke belakang untuk bertahan dalam situasi satu lawan satu," ujar Clarke.
Pujian Robertson mencerminkan besarnya ancaman yang diyakini akan dihadirkan Maroko. Setelah menahan Brasil 1-1 pada pertandingan pertama, tim Afrika Utara itu kembali menunjukkan bahwa mereka masih menjadi salah satu kekuatan yang patut diperhitungkan di panggung dunia.
Meski menyadari kualitas lawan yang akan dihadapi, Skotlandia tetap membawa kepercayaan diri dari kemenangan atas Haiti. Steve Clarke berharap timnya mampu memanfaatkan status underdog untuk tampil lebih lepas dan memberikan perlawanan maksimal dalam upaya mendekati tiket menuju babak gugur Piala Dunia 2026.
Artikel Tag: piala dunia, maroko, skotlandia, piala dunia 2026, steve clarke
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/steve-clarke-sebut-maroko-lebih-kuat-dari-edisi-2022

4 hours ago
6

















































