Ligaolahraga.com -
Berita Piala Afrika: Sadio Mane kembali menunjukkan kelas dan kepemimpinannya jelang mengakhiri perjalanan di Piala Afrika (AFCON) sebagai juara bersama Senegal. Turnamen edisi 2025 resmi menjadi AFCON terakhir bagi penyerang berusia 33 tahun tersebut, dan ia menutupnya dengan cara yang sangat berkelas.
Sebelumnya, Sadio Mane memastikan langkah Senegal ke final usai menjadi penentu kemenangan atas Mesir di semifinal. Menghadapi Maroko di partai puncak, ia sudah menegaskan ambisinya membawa pulang trofi.
“Kami tahu bagaimana cara memainkan final. Final itu untuk dimenangkan. Saya akan sangat bahagia memainkan final AFCON terakhir saya, menikmatinya, dan membuat negara saya menang,” ujar Mane.
Keinginan itu terwujud pada pada Senin (19/1/2026) dini hari WIB di Rabat. Gol spektakuler Pape Gueye di babak tambahan waktu memastikan Senegal meraih gelar AFCON kedua dalam sejarah mereka, dalam sebuah final yang penuh drama dan kontroversi.
Dalam sebuah gestur simbolik yang sarat makna, Kalidou Koulibaly—kapten Senegal yang absen di final karena skorsing—meminta Mane mengangkat trofi AFCON sebagai kapten tim. Momen tersebut menegaskan status Mane sebagai figur sentral dan pemimpin sejati Lions of Teranga.
Namun, final ini nyaris berakhir dengan cara yang sangat berbeda. Kekacauan terjadi di menit-menit akhir injury time babak kedua saat pelatih Senegal, Pape Thiaw, memerintahkan para pemainnya meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes atas keputusan penalti untuk Maroko.
Keputusan wasit Jean Jacques Ndala itu diambil setelah tinjauan VAR, hanya beberapa menit setelah gol Senegal dianulir akibat pelanggaran Abdoulaye Seck terhadap Achraf Hakimi. Sebagian besar pemain Senegal mengikuti instruksi pelatih dan berjalan menuju ruang ganti.
Di tengah situasi panas tersebut, Mane justru tampil sebagai penenang. Rekaman yang kemudian beredar menunjukkan mantan bintang Liverpool itu berperan aktif memanggil rekan-rekannya agar kembali ke lapangan dan melanjutkan pertandingan.
Keputusan itu terbukti krusial. Penalti kontroversial yang dieksekusi Brahim Diaz—usai dinilai dilanggar El Hadji Malick Diouf—gagal berbuah gol setelah tendangan panenkanya mengarah tepat ke pelukan Edouard Mendy.
Kegagalan tersebut memaksa laga berlanjut ke babak tambahan waktu, di mana Pape Gueye akhirnya mencetak gol penentu kemenangan Senegal. Meski laga final ini banyak dibayangi kontroversi, profesionalisme dan kepemimpinan Sadio Mane menjadi cahaya tersendiri.
Ia bukan hanya menutup AFCON terakhirnya dengan trofi, tetapi juga dengan contoh sikap dewasa di momen paling genting. Sebuah penutup sempurna bagi salah satu ikon terbesar dalam sejarah sepak bola Afrika.
Artikel Tag: Sadio Mane, Timnas Senegal, Timnas Maroko, Piala Afrika 2025
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/sadio-mane-tunjukkan-kelas-di-afcon-terakhir-antar-senegal-juara

3 hours ago
2

















































