Ligaolahraga.com -
Berita F1: George Russell berpotensi menghadapi kritik setelah mengemukakan teori mengenai Max Verstappen dan ayahnya, Jos, serta peran yang mereka mainkan dalam pemecatan Christian Horner sebagai kepala tim Red Bull tahun lalu. Setelah 20 tahun memimpin, Horner dipecat oleh tim yang telah dibawanya meraih gelar juara dua kali, yakni selama era sukses Sebastian Vettel dari 2010-2013, dan Verstappen dari 2021-2024.
Red Bull mengalami kesulitan dengan mobil mereka sejak pertengahan 2024, dengan Verstappen hanya mampu mempertahankan gelar keempatnya dengan mengalahkan Lando Norris, namun tim kalah dalam kejuaraan konstruktor oleh McLaren. Tim yang berbasis di Woking tersebut kemudian mengawali 2025 dengan baik, meninggalkan Red Bull dan Verstappen tertinggal saat Norris dan rekan setimnya Oscar Piastri bersaing ketat sebelum pembalap asal Belanda itu bangkit pada paruh kedua tahun tersebut.
Namun, saat itu Horner sudah pergi, dengan pemecatannya terjadi setelah Grand Prix Inggris. Selain penurunan hasil, kehidupan pribadi Horner menjadi sorotan pada 2024 setelah dia dituduh melakukan tindakan tidak pantas oleh seorang karyawan wanita di Red Bull. Pada tahap awal, Jos Verstappen vokal mengenai masalah tersebut, mengindikasikan tim akan hancur jika Horner tetap memimpin. Horner akhirnya tetap bertahan, setelah lolos dari dua investigasi internal, sebelum hierarki Red Bull merasa dia harus pergi karena penurunan performa.
Tahun lalu, Russell juga harus bersabar sebelum menandatangani kontrak baru dengan Mercedes, karena Verstappen santer dikaitkan dengan kepindahan ke tim tersebut sebelum klausul kinerja dalam kontraknya dengan Red Bull mencegah langkah itu terjadi. Berbicara pada saat itu, dan ditayangkan dalam episode mendatang dari seri terbaru ‘Drive to Survive’, Russell mengemukakan teori tentang apa yang terjadi di Red Bull dengan Horner dan keluarga Verstappen, serta dampaknya terhadap masa depannya sendiri.
"Verstappen dan keluarganya jelas memiliki banyak kekuatan di tim [Red Bull]," katanya. "Mereka suka memanipulasi situasi."
"Entah mengapa, mereka tidak menyukai Horner, dan mereka berusaha untuk menyingkirkan Horner."
"Saya bertanya-tanya apakah semua ini [rumor Verstappen ke Mercedes] adalah bagian dari permainan dan provokasi, mencoba memberi tekanan pada Red Bull, bahwa dia hanya akan terus di sana jika Christian pergi."
Seperti yang terjadi, Russell terbukti salah, tetapi mengingat hubungannya yang buruk dengan Verstappen, masih harus dilihat bagaimana reaksi pembalap Belanda itu terhadap pernyataan rivalnya.
Artikel Tag: red bull, max verstappen, george russell
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/f1/russell-tuduh-verstappen-berperan-dalam-pemecatan-horner

6 hours ago
1

















































