Ligaolahraga.com -
Berita Tenis: Petenis peringkat 1 dunia, Jannik Sinner mengakhiri sembilan kemenangan beruntun Arthur Fils setelah mereka bertemu di semifinal Madrid Open musim 2026.
Setelah semifinal Madrid Open, petenis berkebangsaan Prancis mengungkapkan mengapa begitu sulit untuk mengalahkan petenis berkebangsaan Italia, Sinner yang kini hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk menjadi petenis pertama yang meraih lima gelar Masters secara beruntun dalam sejarah turnamen level tersebut (sejak 1990).
“Ia adalah juara hebat,” komentar Fils tentang Sinner. “Ia belum kalah satu pertandingan pun sejak Indian Wells. Ia bermain dengan hebat, penuh percaya diri. Ia memukul bola dengan cukup bersih dari kedua sisi dan servisnya sangat memukau.”
“Set pertama sangat baik baginya dan agak sulit bagi saya. Saya harus membiasakan diri dengan kecepatan bolanya. Rasanya berbeda ketika anda bermain dalam pertandingan penuh. Saya telah bertanding melawan beberapa lawan yang hebat, tetapi tetap saja berbeda melawan Jannik. Ketika saya melangkah ke lapangan melawannya, saya merasa bermain tenis dengan hebat, tetapi itu tidak cukup.”
Petenis unggulan ke-21 kesulitan memberikan tekanan pada servis petenis unggulan pertama di sepanjang semifinal Madrid Open yang berlangsung selama 87 menit, menyoroti posisi pengembalian agresif petenis berusia 24 tahun sebagai faktor penyebabnya. Pemain berusia 21 tahun itu hanya berhasil mendaratkan 49 persen dari servis pertamanya dan tiga kali kehilangan servisnya.
“Itu memberi tekanan lebih besar ketika lawan maju ke depan,” kata Fils. “Tergantung lawannya, tetapi terutama Jannik. Itu tidak terlalu mengganggu saya pada servis kedua. Itu cukup baik. Lebih pada servis pertama. Pada servis kedua ia maju ke depan, tetapi saya tidak melakukan pelanggaran ganda. Hanya servis pertama saja. Saya mencoba terlalu memaksakan diri karena saya ingin mendapatkan poin mudah. Melawan petenis-petenis seperti itu, petenis terbaik dunia, poin mudah tidak akan datang.”
Petenis berkebangsaan Prancis kini naik delapan peringkat ke peringkat 17 dunia setelah mencapai semifinal turnamen Masters 1000 untuk kali kedua. Musim lalu ia mengalami cedera punggung, yang membuatnya absen selama delapan bulan sebelum kembali beraksi di Montpellier pada bulan Februari.
Sejak itu, mantan petenis peringkat 14 dunia telah memenangkan gelar di Barcelona, mencapai final di Doha, semifinal di Miami, dan perempatfinal di Indian Wells. Ia pun memuji pelatihnya, Ivan Cinkus dan Goran Ivanisevic.
“Kami melakukan pekerjaan yang hebat. Saya pikir dengan Goran, ia banyak membantu saya dengan pengalamannya,” tutur Fils tentang pelatih asal Kroasiayang bergabung dengan tim pada awal musim ini.
“Saya juga melakukan pekerjaan yang luar biasa dengan Ivan dan mereka adalah teman dekat, jadi cukup mudah untuk bekerja dengan keduanya. Sejak Goran datang, saya memiliki cara pandang lain. Itu cukup baik. Saya bekerja dengan sangat baik bersama mereka berdua.”
Kini, Sinner unggul 2-0 dalam head to head melawan Fils. Pertemuan mereka sebelumnya terjadi di Montpellier pada musim 2023.
Artikel Tag: madrid open, jannik sinner, arthur fils
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/realitas-hadapi-jannik-sinner-permainan-hebat-tak-cukup-klaim-arthur-fils

3 hours ago
7

















































