Ligaolahraga.com -
Berita Tinju : Regis Prograis angkat bicara mengenai kemungkinan pertarungan antara Conor Benn dan Devin Haney, tak lama setelah dirinya dikalahkan Benn dalam duel di London. Mantan juara dunia dua kali itu memberikan pandangan yang cukup tegas terkait perbedaan kualitas di antara keduanya.
Dalam pertarungan yang berlangsung di Tottenham Hotspur Stadium, Benn tampil dominan dan meraih kemenangan angka mutlak atas Prograis. Namun, hasil tersebut tidak serta merta membuatnya dianggap siap menghadapi petinju elite seperti Haney.
Prograis menilai pengalaman pribadinya menghadapi kedua petinju tersebut menjadi dasar penilaiannya. Ia pernah bertarung melawan Haney pada 2023 saat masih berada di performa terbaiknya di kelas super ringan. Dalam laga itu, Haney tampil sangat dominan dan menang telak melalui keputusan juri.
Sebaliknya, saat menghadapi Benn, kondisi Prograis dinilai tidak lagi ideal, baik dari sisi usia maupun performa. Hal ini membuat kemenangan Benn dianggap belum cukup menjadi tolok ukur untuk menilai kemampuannya di level tertinggi.
Menurut Prograis, Benn masih perlu mengasah banyak aspek teknis jika ingin bersaing dengan petinju papan atas. Ia juga menyarankan agar Benn tetap fokus di divisi welterweight, yang dinilai lebih sesuai dengan profilnya.
“Saya rasa dia sebaiknya tetap di 147 pon. Dia memang petinju yang bagus, tapi masih banyak yang harus diperbaiki. Saya sudah pernah melawan dia dan juga Devin, dan menurut saya akan sangat sulit bagi dia untuk mengatasi Devin,” ujar Prograis.
Ia menambahkan bahwa keunggulan Haney tidak hanya terletak pada teknik, tetapi juga pada faktor fisik dan kecepatan. Postur tubuh yang lebih tinggi, pergerakan kaki yang lincah, serta kecepatan tangan menjadi kombinasi yang membuat Haney sulit ditandingi.
Saat ini, Devin Haney memang dianggap sebagai salah satu petinju paling komplet di divisi welterweight. Dengan rekor impresif dan pengalaman menghadapi lawan kelas dunia, ia menjadi tolok ukur bagi petinju lain yang ingin membuktikan diri.
Sementara itu, Conor Benn tengah berusaha kembali ke divisi 147 pon setelah beberapa kali tampil di kelas yang lebih tinggi. Tantangan terbesar baginya bukan hanya soal menurunkan berat badan, tetapi juga meningkatkan kualitas teknik agar mampu bersaing dengan petinju elite.
Jika duel Conor Benn melawan Devin Haney benar-benar terjadi, banyak pihak menilai Benn harus menunjukkan perkembangan signifikan. Tanpa peningkatan tersebut, peluangnya untuk mengimbangi kemampuan Haney dinilai masih cukup berat.
Artikel Tag: kelas super ringan, devin haney, conor benn, regis prograis
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/prograis-bandingkan-kekuatan-devin-haney-dan-conor-benn

10 hours ago
7

















































