Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya suatu bangsa untuk terus belajar dari sejarah saat berpidato di Rapat Paripurna ke-19 DPR, Rabu (20/5).
Menurut Prabowo, ada satu adaigum yang menyebut bahwa mereka yang tak pernah belajar dari sejarah, akan dihukum oleh sejarah dan mengulangi apa yang dialami para pendahulu mereka.
"Ada satu adaigum, bahwa mereka yang tidak belajar dari sejarah, akan dihukum oleh sejarah. Akan mengulangi sejarah kelam yang sama yang dialami nenek moyang mereka," kata Prabowo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, hal itu telah banyak dialami oleh banyak bangsa dan negara-negara lain di dunia. Prabowo mengatakan, para pendiri Bangsa Indonesia menyadari jika pemimpinan lemah dan tidak bersatu, kekayaan Nusantara akan diambil kekuatan lain.
"Ini sejarah, terjadi. Mari kita buka fakta. Negara Belanda, dari sejak 1500, dilanjutkan 1600, dan 1700, dilanjutkan 1800 memiliki PDB per Kapita di dunia selama itu," kata Prabowo.
Padahal, negara yang pernah menjajah Indonesia itu menurut Prabowo sebagai negara kecil. Kata dia, kekayaan Belanda selama ratusan tahun itu karena telah menguasai Nusantara.
"Mereka menguasai wilayah yang sekarang Republik Indonesia. Saudara, karena itu pendiri Bangsa kita dipimpin Sukarno, mereka telah menetapkan cetak biru perekonomian bangsa kita," kata dia.
Prabowo menyebut cetak biru itu tertuang dalam Pasal 33 UUD 1945. Pasal 33, kata dia menjabarkan dengan jelas sistem ekonomi yang harus dijalankan.
"Dan saya ingin tegaskan keyakinan saya apabila kita menjalankan Pasal 33, UUD 1945, kita jalankan dengan baik, murni negara kita akan memiliki sumber daya yang cukup," katanya.
(thr/gil)
Add
as a preferred source on Google

1 hour ago
2

















































