Percepat Pemulihan Sumatra, Kasatgas PRR Dorong Sinergi Antardaerah

2 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Muhammad Tito Karnavian menyatakan bahwa pemerintah pusat terus mendorong pemerintah daerah (Pemda) untuk membantu daerah tetangga yang terdampak parah dan mengalami kerusakan berat pascabencana Sumatra beberapa waktu lalu.

Tito menegaskan, pemulihan dampak bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatra dilakukan melalui penguatan kolaborasi antar Pemda.

"Dari update terakhir pagi ini, sudah ada tiga daerah yang membuat pernyataan komitmen untuk membantu wilayah terdampak, yaitu Simalungun, Asahan, dan Pematangsiantar," ujar Tito dalam konferensi pers di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu (25/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan, inisiatif kolaborasi ini muncul menyusul tambahan alokasi anggaran transfer ke daerah untuk percepatan penanganan bencana dari Presiden sebesar Rp10,6 triliun.

Anggaran tersebut diperuntukkan bagi Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, yang kemudian akan didistribusikan ke seluruh kabupaten/kota di ketiga provinsi, termasuk daerah yang tidak terdampak langsung.

Untuk itu, pemerintah pusat mengimbau kepala daerah di wilayah yang relatif aman atau tidak terdampak, tetapi tetap menerima alokasi anggaran, agar bersedia menyalurkan sebagian dananya dalam bentuk hibah kepada daerah tetangga.

Tito menilai langkah ini penting untuk memperkuat kapasitas daerah dengan tingkat kerusakan tinggi dengan keterbatasan anggaran, seperti Kabupaten Aceh Tamiang.

"Kami harapkan daerah-daerah yang berat ini mereka punya tambahan anggaran supaya mereka bisa bekerja menyelesaikan masalah," jelas Tito.

Adapun target penyelesaian rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di tiga provinsi terkait diperkirakan membutuhkan waktu hingga tiga tahun. Fokus pembangunan mencakup penyediaan hunian tetap (huntap), pembangunan infrastruktur permanen, seperti jembatan dan jalan yang saat ini masih bersifat darurat, serta pemulihan fasilitas layanan dasar.

"Proses ini membutuhkan waktu yang tidak singkat, bukan hanya beberapa bulan, melainkan bisa mencapai dua-tiga tahun," pungkas Tito.

(rea/rir)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sports | | | |