Ligaolahraga.com -
Berita Tenis: Kemenangan Iga Swiatek di Wimbledon musim 2025 atas Amanda Anisimova akan tercatat dalam sejarah sebagai salah satu kemenangan paling dominan di final Grand Slam dan ia mengungkapkan bahwa ia tidak pernah terpikir untuk membiarkan lawannya menang satu game saja.
Setelah musim clay-court yang kurang memuaskan, petenis berkebangsaan Polandia membalikkan keadaan di London dengan mencapai semifinal Grand Slam tersebut untuk kali pertama dalam kariernya dan berhadapan dengan Belinda Bencic.
Pertandingan berlangsung ketat di empat game pertama dengan skor 2-2, tetapi kemudian mantan petenis peringkat 1 dunia mulai mengambil kendali dan akhirnya memenangkan 10 game berturut-turut untuk mengamankan kemenangan 6-2, 6-0. Hebatnya, ia tidak menyerah di final melawan Anisimova dengan memetik kemenangan dua set langsung tanpa balas.
Kemenangan 6-0, 6-0 di final tersebut mencatatkan nama petenis peringkat 2 dunia di buku rekor sebagai petenis pertama yang memenangkan final Wimbledon di Open Era tanpa kehilangan satu game pun.
Namun anehnya, pertanyaan setelah pertandingan didominasi oleh apakah ia seharusnya membiarkan lawannya memenangkan satu game saja.
“Saya tidak terlalu memikirkan bagaimana hasilnya nanti, saya hanya bermain, dan saya tidak ingin memberikan poin secara cuma-cuma,” ungkap Swiatek.
“Itu final Wimbledon, saya sangat ingin memenangkannya. Setelahnya, tentu saja, ada banyak hal gila yang terjadi. Saya ingat semua wawancara tentang skor, wartawan bertanya apakah saya harus membiarkan Amanda memenangkan satu game atau semacamnya. Rasanya sangat berbeda.”
“Saya hanya bisa mengatakan bahwa Grand Slam itu menunjukkan tenis adalah olahraga yang sangat menekankan mental. Bagian dari permainan ini memiliki dampak yang sangat besar pada segalanya dan pada hasil setiap pemain.”
“Saya sangat senang saya menangani tekanan dengan baik, karena setelah final, semua orang membicarakan Amanda yang stres atau semacamnya, tetapi saya juga sangat stres, melakoni final Wimbledon di lapangan tengah adalah pengalaman yang luar biasa.”
Pada musim 2024, petenis berusia 24 tahun mengawali Grand Slam di London dengan memenangkan lima gelar – French Open dan empat turnamen WTA level 1000 – tetapi musim ini ia tiba di London tanpa gelar apa pun.
Tidak banyak orang yang mendukungnya untuk memenangkan Grand Slam tersebut, terutama mengingat penampilannya di All England Club sebelumnya, tetapi semua kerja keras tersebut membuahkan hasil.
“Musim apa pun yang menghasilkan kemenangan di Wimbledon, saya akan menerimanya tanpa ragu. Saya sangat bangga dengan pencapaian ini. Ini adalah sesuatu yang tidak saya duga akan terjadi musim ini. Saya pikir saya akan membutuhkan beberapa musim lagi untuk belajar bermain di grass-court dan menggunakan keterampilan saya di lapangan tersebut. Tetapi saya merasa luar biasa,” jelas Swiatek.
“Kami bekerja keras sebelum Wimbledon untuk mengubah beberapa pola taktik yang juga ada di kepala saya dan tidak benar-benar saya gunakan di musim-musim sebelumnya. Saya merasa, hari demi hari, saya telah menemukan permainan saya, dan saya benar-benar memanfaatkan kesempatan itu. Kemenangan itu mengubah segalanya.”
Artikel Tag: Tenis, wimbledon, Iga Swiatek, Amanda Anisimova
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/pengakuan-iga-swiatek-tentang-rasa-stres-saat-lakoni-final-ini

1 day ago
7

















































