Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda Dilanjutkan Pagi Ini

2 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Basarnas kembali melanjutkan pencarian rombongan jurnalis beserta awak kapal cepat yang hilang kontak saat peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (10/9) pagi.

"Basarnas beserta unsur di lapangan akan mengoptimalkan seluruh kekuatan yang ada. Mohon doanya semoga proses pencarian korban dapat berjalan dengan lancar, aman, dan selamat serta seluruh korban dapat ditemukan," kata Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Edy Prakoso seperti dikutip dari Antara, Rabu (9/9).

Edy mengatakan operasi pencarian pada Kamis (10/9) pagi akan menerapkan strategi yang difokuskan ke sisi utara area Gunung Anak Krakatau yang tetap menyesuaikan arus, pergeseran ombak, dan arah angin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Edy juga menyampaikan imbauan kepada seluruh masyarakat dan pelaku aktivitas pelayaran kapal yang melintas di sekitar perairan Selat Sunda agar senantiasa mematuhi arahan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk tidak memasuki zona bahaya radius 3 kilometer dari puncak kawah aktif Gunung Anak Krakatau.

Sebanyak delapan orang yang dalam pencarian terdiri atas lima jurnalis, yakni MBagus Khoirunnas (Kantor Berita ANTARA), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudhistiro (iNews), Firdaus (Anadolu), dan Donal (jurnalis lepas), sedangkantigalainnya, yakni Warta (kapten kapal), Surakman (ABK), serta Heriyanto (pemandu).

Operasi pencarian awal yang digelar Kantor SAR Banten pada Selasa (8/9), telah mengerahkan KN SAR Tetuka dan RIB-02 pada radius 3,2 kilometer dari Gunung Anak Krakatau namun masih belum berhasil menemukan keberadaan objek pencarian.

Pada Rabu (9/9), tim SAR memperluas wilayah dengan membagi area pencarian seluas 68,3 nautical mile menjadi empat sektor Unit Pencarian dan Pertolongan (SRU) beserta pengerahan armada SAR skala besar lintas instansi.

Unsur armada yang diterjunkan meliputi KN SAR Tetuka milik Basarnas; KRI Loser, KRI Kerambit, KRI Lepu, KAL Anyer, dan KAL Pahawang milik TNI AL; KP Sanjaya milik Polairud; serta tiga unit Rigid Inflatable Boat (RIB) dari Kantor SAR Banten dan Kantor SAR Lampung beserta potensi SAR lokal yakni relawan dan nelayan.

"Dari rangkaian operasi sampai dengan saat ini, hasil pencarian masih nihil," kata dia yang didampingi Direktur Kesiapsiagaan Basarnas Noer Isrodin dan Direktur Operasi Basarnas Yudhi Bramantyo itu.

Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi dimulai sejak Jumat (4/9) pukul 23.07 WIB dengan paparan abu vulkaniknya menyebar hingga lintas provinsi.

Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau berada pada Level III (Siaga). Dengan kondisi tersebut, masyarakat perlu mewaspadai potensi bahaya berupa aliran lava, lontaran batu pijar, awan panas, maupun hujan abu vulkanik.

(antara/ugo)

Read Entire Article
Sports | | | |