Pemuda Garut Diintimidasi Keluarga Kades Gara-gara Kritik Jalan Rusak

18 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang pemuda warga Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut bernama Holis Muhlisin (31) diintimidasi oleh keluarga seorang kepala desa buntut kritikannya terhadap kondisi jalan rusak.

Aksi intimidasi itu terekam kamera hingga berujung viral di media sosial. Holis dikerubungi sejumlah pria, dimaki hingga nyaris menjadi korban kekerasan fisik.

"Mau tenar kamu? Mau ngejago?" ucap seorang pria berbaju gambar One Piece dalam video tersebut menggunakan bahasa Sunda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Holis hanya terdiam dan menunduk saat diintimidasi. Ia berupaya menjelaskan duduk perkara, namun ucapannya terus dipotong oleh orang-orang di lokasi yang tampak emosional.

Dikonfirmasi detikJabar via sambungan telepon, Minggu (4/1), Holis mengonfirmasi bahwa pria yang diintimidasi dalam video viral itu merupakan dirinya. "Iya benar, itu saya," ucap Holis.

Holis menjelaskan, intimidasi tersebut dialaminya pada 27 Oktober 2025 lalu. Ia baru memberanikan diri mengunggah video tersebut ke akun Facebook miliknya pada akhir Desember 2025 karena berbagai pertimbangan.

Menurut Holis, aksi intimidasi itu diterimanya karena ia kerap mengkritik kondisi pembangunan desa yang dianggapnya semrawut, terutama akses jalan yang rusak parah. "Lalu pernah ada longsor, tapi tidak diperbaiki. Dibiarkan saja," katanya.

Video tersebut kini kian meluas setelah diunggah ulang oleh berbagai akun di Instagram hingga TikTok. "Saya bukan ingin tenar, tapi ingin desa saya baik," tegas Holis.

Merespons kejadian ini, Wakil Bupati Garut, Putri Karlina mengaku kecewa karena aksi intimidasi terhadap warga bukan pertama kalinya terjadi di wilayahnya.

"Yang namanya menjadi pimpinan, harus siap jika dikritik," kata Putri dalam keterangan resminya.

Putri telah mengerahkan Inspektorat untuk mengaudit desa tersebut. Selain memeriksa pembangunan yang dikeluhkan masyarakat, audit dilakukan untuk mendalami kronologi kejadian versi kepala desa.

"Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat yang selalu memberikan masukan. Semoga kejadian ini dapat diambil hikmahnya, khususnya oleh rekan-rekan kepala desa dan pejabat lainnya," tuturnya.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi juga berharap agar pejabat publik tidak antikritik.

"Manakala ada orang yang mengkritik, mengunggah pembangunan yang belum berkeadilan, jalan rusak, drainase rusak, atau rumah rakyat miskin yang tidak terperhatikan, jangan melakukan pengancaman," ungkap Dedi.

Dedi meminta setiap kepala desa untuk melakukan introspeksi dan segera memperbaiki kinerja jika ada kekurangan, alih-alih membungkam masyarakat yang bersuara kritis.

[Gambas:Instagram]

Selengkapnya di sini.

(gil)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sports | | | |