Ligaolahraga.com -
Berita MotoGP - Pedro Acosta mulai berhati-hati berbicara soal persaingan dengan Marc Marquez yang akan menjadi rekan setimnya di Ducati musim depan. Setelah meraih podium MotoGP Aragon, pembalap Spanyol itu memilih membuktikan kemampuannya di atas lintasan daripada sesumbar sebelum waktunya.
Pedro Acosta kembali menunjukkan potensinya saat finis kedua pada MotoGP Aragon 2026. Pembalap KTM tersebut memanfaatkan peluang untuk menyalip Marco Bezzecchi dan mengamankan posisi runner-up di belakang Marc Marquez.
Hasil itu sekaligus membuat Acosta mencatat 14 podium di kelas premier tanpa satu pun kemenangan. Jumlah tersebut menjadi rekor tersendiri di MotoGP.
Menariknya, Acosta dan Marquez sudah lima kali berbagi podium musim ini jika balapan Sprint turut dihitung. Persaingan keduanya juga akan semakin menarik karena musim depan mereka bakal berada dalam satu garasi di Ducati.
Marquez sendiri tidak ragu memberikan pujian kepada calon rekan setimnya tersebut. Juara dunia MotoGP itu bahkan menilai kedatangan Acosta merupakan bagian dari regenerasi yang tidak bisa dihindari.
"Saya sudah mengatakan sejak melihatnya menang di Moto3: menurut saya, dia adalah pembalap yang luar biasa dan saya sangat senang Ducati tidak membiarkannya pergi," ujar Marquez, dikutip dari El Periodico.
Marquez juga mengakui perubahan generasi di MotoGP akan membuat dirinya berhadapan langsung dengan pembalap muda seperti Acosta.
"Saya pikir momen itu akan datang karena pergantian generasi adalah sesuatu yang tidak bisa dihentikan," kata Marquez.
Ketika ditanya mengenai komentar tersebut, Acosta justru memilih lebih berhati-hati. Selain masih terikat dengan KTM, ia sadar pernyataan tentang ambisinya mengalahkan Marquez dapat menjadi bumerang ketika keduanya mulai bekerja sama di Ducati.
"Saya akan mencoba meraih beberapa podium lagi pada sisa musim ini, lalu kita lihat apa yang terjadi ketika saya mengenakan pakaian merah," ujar Acosta kepada AS.
"Pada akhirnya, saya merasa membuat banyak kesalahan tahun lalu karena terlalu banyak bicara. Jadi, saya akan menunggu sampai berada di atas motor. Saya tidak ingin terlalu percaya diri dan ternyata hasilnya tidak sesuai dengan yang saya inginkan."
Sikap tersebut menunjukkan Acosta mulai belajar mengontrol pernyataannya. Pembalap 22 tahun itu memang dikenal cukup vokal di hadapan media, tetapi musim ini berusaha lebih diplomatis saat berbicara di depan publik.
Pedro Acosta kini memilih membiarkan performanya berbicara. Tantangan sebenarnya baru dimulai ketika ia mengenakan seragam merah Ducati dan harus berhadapan langsung dengan Marquez dalam satu tim.
Artikel Tag: marc marquez, motogp aragon, pedro acosta
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/motogp/pedro-acosta-belajar-dari-kesalahan-tak-mau-sesumbar-hadapi-marquez

3 hours ago
5

















































