Surabaya, CNN Indonesia --
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) membeberkan alasan penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama direncanakan digelar di Bangkalan, Madura, apabila Presiden Prabowo Subianto hadir dalam acara tersebut.
Katib Aam Syuriyah PBNU sekaligus Ketua Steering Committee Munas dan Konbes NU, Mohammad Nuh mengatakan, Bangkalan dipilih sebagai lokasi penutupan Munas dan Konbes NU, Selasa (23/6), karena tempat ini punya nilai simbolik.
Ia menyebut, Bangkalan merupakan tanah kelahiran Syaichona Kholil, ulama besar yang menjadi salah satu tokoh berpengaruh dalam sejarah NU.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi itu simbolik sebenarnya. Antara Syaichona Kholil dengan yang ada di Jawa Timur dengan pondok itu jadi satu kesatuan," kata Mohammad Nuh saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Rabu (19/6).
M Nuh mengatakan, semula, PBNU merancang pembukaan Munas Konbes NU digelar di Bangkalan, Sabtu (20/6). Namun, Presiden Prabowo tidak bisa hadir pada waktu pembukaan karena masih memiliki agenda lain. PBNU pun mengundang presiden pada Selasa (23/6), yang merupakan jadwal penutupan kegiatan.
"Kita memang mendesain pembukaannya rencananya di Bangkalan dan mengundang presiden. Tapi karena presiden di jadwal besok itu beliau masih belum bisa, masih ada tugas, sehingga bisanya itu penutupan," ucapnya.
Atas dasar itu juga, PBNU kemudian menggeser posisi acara di Bangkalan dari pembukaan menjadi penutupan. Sementara pembukaan pelaksanaan tetap berlangsung di Pondok Pesantren Al Falah Ploso Kediri, Jawa Timur.
"Ya kalau gitu kan kita geser, yang tadinya pembukaannya di Bangkalan ya, sekarang kita penutupannya di Bangkalan. Sesimpel itu," tegasnya.
M Nuh juga membantah bahwa perubahan tersebut dipicu oleh permintaan langsung pihak Prabowo maupun mitos yang menyebut presiden akan bernasib dilengserkan jika berkunjung ke Kediri.
"Enggak, enggak ada, enggak ada mitos itu, mitose arek-arek itu. Ndak ada, semata-mata itu jadwal aja," ujarnya.
Sekretaris Jenderal PBNU sekaligus Ketua Panitia Munas-Konbes dan Muktamar NU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyatakan, undangan kepada Presiden Prabowo masih dalam tahap koordinasi dan menunggu konfirmasi.
"Ini masih dalam koordinasi, dalam konfirmasi. Mudah-mudahan waktunya memungkinkan. Tetapi PBNU melalui rapat sudah memutuskan untuk mengundang Bapak Presiden pada tanggal 23 Juni yang akan datang di Kabupaten Bangkalan," kata Gus Ipul, Jumat (19/6).
Rangkaian Munas dan Konbes NU 2026 dijadwalkan dibuka pada Sabtu, 20 Juni 2026, di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri. Namun penutupan direncanakan berlangsung tiga hari kemudian di STAI Pesantren Syaichona Moh. Cholil, Bangkalan, pada Selasa, 23 Juni 2026, jika Prabowo dapat hadir.
"Sementara penutupan direncanakan mudah-mudahan nanti di Bangkalan. PBNU mengundang secara resmi Bapak Presiden Prabowo untuk bisa memberikan amanat pada saat penutupan nanti," kata Gus Ipul.
Menteri Sosial RI ini mengatakan, jika Prabowo berhalangan, maka penutupan akan tetap dilaksanakan, namun kembali ke lokasi semula di Pesantren Ploso, Kediri.
"Jika waktunya memungkinkan hadir, maka penutupan akan ditempatkan di Bangkalan. Tetapi jika tidak, penutupan akan dilakukan di Ploso. Ini semua masih menyesuaikan jadwal Presiden," ujar Gus Ipul.
(frd/dal)
Add
as a preferred source on Google

4 hours ago
5
















































