Paddy Pimblett Bungkam Benoit Saint-Denis dalam 52 Detik di UFC 329

5 hours ago 7

Ligaolahraga.com -

Petarung asal Inggris, Paddy Pimblett, bangkit dari kekalahan pertamanya di UFC dengan penampilan impresif usai mengalahkan Benoit Saint-Denis melalui submission pada laga pendamping utama UFC 329 di T-Mobile Arena, Las Vegas, Sabtu (11/7) waktu setempat.

Pimblett hanya membutuhkan waktu 52 detik untuk memaksa Saint-Denis tak sadarkan diri akibat kuncian D'Arce choke.

Petarung Prancis itu memilih bertahan dan tidak melakukan tap out hingga akhirnya wasit menghentikan pertandingan setelah melihat kondisinya tidak lagi mampu melanjutkan duel.

Kemenangan tersebut menjadi respons sempurna bagi Paddy Pimblett (24-4) setelah pada penampilan sebelumnya menelan kekalahan angka dari Justin Gaethje dalam pertarungan lima ronde di UFC 324 pada Januari lalu.

"Saya tahu dia sudah tidak sadar. Saya bahkan harus memberi tahu wasit bahwa dia sudah pingsan," kata Pimblett seusai pertandingan.

Jalannya penyelesaian laga justru diawali oleh inisiatif Saint-Denis (17-3), yang datang ke UFC 329 dengan modal empat kemenangan beruntun.

Ia membuka serangan dengan tendangan tinggi kaki kiri untuk memancing pertahanan lawan sebelum mencoba melakukan takedown.

Namun, strategi tersebut berhasil dibaca dengan baik oleh Pimblett.

Petarung asal Liverpool itu menggagalkan percobaan takedown melalui sprawl, lalu langsung mengambil posisi untuk mengunci leher lawannya dengan D'Arce choke saat Saint-Denis berada dalam posisi berlutut.

Pilihan Saint-Denis untuk membawa pertarungan ke bawah cukup mengejutkan mengingat Pimblett dikenal sebagai spesialis submission.

Sepanjang kariernya, jumlah kemenangan Paddy Pimblett melalui submission mencapai dua kali lebih banyak dibanding kemenangan lewat knockout.

CEO UFC Dana White memuji penampilan singkat tetapi efektif yang diperlihatkan Pimblett. Menurut White, kemenangan tersebut semakin mengukuhkan status Pimblett sebagai salah satu bintang baru UFC.

"Apa yang dia lakukan dengan kuncian itu luar biasa. Penampilannya sangat mengesankan meski berlangsung sangat singkat. Setelah pertarungan melawan Gaethje, dia mendapat respek besar, bahkan meraih sekitar dua juta pengikut baru di media sosial. Malam ini atmosfernya terasa seperti seorang juara dunia," ujar White.

Kemenangan itu membuka banyak kemungkinan bagi Pimblett di divisi ringan. Sejumlah nama seperti mantan juara Ilia Topuria, Justin Gaethje, Max Holloway hingga Charles Oliveira berpotensi menjadi lawan berikutnya.

Meski demikian, Paddy Pimblett menegaskan fokus utamanya bukan memilih lawan, melainkan mengejar sabuk juara UFC.

"Saya ingin menjadi juara dunia yang tak terbantahkan. Saya ingin menjadi juara dunia pertama dari Liverpool. Cepat atau lambat saya akan mewujudkannya. Siapa pun lawannya, saya siap," tegasnya.

Usai pertandingan, Pimblett juga memberikan penghormatan kepada mendiang pemain Liverpool, Diogo Jota, serta sang adik, Andre.

Ia mengatakan ingin mengenang Jota setelah meraih kemenangan, seraya menegaskan bahwa legenda bernomor punggung 20 tersebut tidak akan pernah dilupakan oleh keluarga besar Liverpool.

Artikel Tag: ufc, paddy pimblett

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/olahraga-lain/paddy-pimblett-bungkam-benoit-saint-denis-dalam-52-detik-di-ufc-329

Read Entire Article
Sports | | | |