Ligaolahraga.com -
Juara dunia kelas bulu super WBC O'Shaquie Foster menegaskan bahwa pertarungan melawan pemegang sabuk IBF dan WBO, Emanuel Navarrete, harus menjadi laga berikutnya dalam kariernya jika proses unifikasi gelar ingin terwujud.
Foster mengaku telah beberapa kali berupaya mendapatkan kesempatan menghadapi Navarrete.
Karena itu, petinju asal Orange, Texas, tersebut menilai saat ini merupakan waktu yang tepat untuk merealisasikan duel yang dinantikan banyak penggemar tinju.
“Pertarungan itu harus terjadi berikutnya. Saya sudah mencoba mendapatkan laga melawan Navarrete berkali-kali. Waktunya sekarang,” kata O'Shaquie Foster kepada The Ring.
“Jika tidak bisa diwujudkan sekarang, saya tidak melihat alasan untuk tetap bertahan di kelas 130 pon apabila saya tidak bisa mendapatkan pertarungan unifikasi.”
Navarrete saat ini dianggap sebagai petinju terbaik di divisi kelas bulu super. Petinju Meksiko berusia 31 tahun itu memiliki rekor 40 kemenangan, dua kekalahan, dan satu hasil imbang dengan 33 kemenangan diraih melalui knockout.
Posisinya semakin kokoh setelah mengalahkan Eduardo Nunez melalui TKO pada ronde ke-11 dalam duel yang berlangsung pada 28 Februari lalu.
Kemenangan tersebut membuat Navarrete menyatukan sabuk IBF dan WBO sekaligus mempertahankan statusnya sebagai petinju peringkat pertama kelas bulu super versi The Ring.
Di sisi lain, O'Shaquie Foster yang kini berusia 32 tahun baru saja memulai periode keduanya sebagai juara dunia WBC.
Ia merebut kembali gelarnya setelah menang majority decision atas Raymond Ford pada 30 Mei.
Dalam pertarungan tersebut, Foster tampil semakin dominan setelah enam ronde pertama berlangsung ketat.
Kemampuan teknik dan pertahanan yang solid membuatnya mampu mengendalikan jalannya laga hingga akhir.
Jika duel melawan Navarrete benar-benar terwujud, pemenangnya berpeluang besar dinobatkan sebagai petinju terbaik di kelas 130 pon sekaligus mendekati status juara sejati divisi tersebut. Saat ini, sabuk utama lainnya berada di tangan Anthony Cacace.
Meski demikian, Foster juga tidak menutupi ketertarikannya untuk menghadapi Shakur Stevenson di masa depan. Rivalitas keduanya telah berlangsung sejak sesi sparring lebih dari lima tahun lalu.
Ketegangan kembali muncul setelah kemenangan Foster atas Ford.
Stevenson yang hadir di arena untuk mendukung Ford sempat berhadapan langsung dengan Foster di atas ring sebelum akhirnya dipisahkan oleh petugas keamanan.
Foster menilai reaksi Stevenson dipicu oleh kekalahan Ford yang merupakan rekan dekatnya.
“Saya tahu dia akan marah. Saya mengalahkan orang yang dia dukung. Dia dan timnya sudah berusaha membantu Ford mengalahkan saya, tetapi saya menunjukkan kualitas saya,” ujar Foster.
Menurut Foster, meningkatnya tuntutan publik untuk melihat duel melawan Stevenson membuat sang rival mulai berada dalam tekanan.
Namun sebelum itu terjadi, O'Shaquie Foster menegaskan fokus utamanya saat ini adalah menghadapi Navarrete demi mewujudkan pertarungan unifikasi yang telah lama diincarnya.
Artikel Tag: emanuel navarrete, raymond ford, o'shaquie foster
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/oshaquie-foster-desak-duel-lawan-emanuel-navarrete-untuk-unifikasi-gelar

6 hours ago
9

















































