Jakarta, CNN Indonesia --
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan sikap resmi dengan mengutuk serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.
MUI lewat sikap resminya itu sekaligus menyampaikan duka cita atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan tersebut. Menurut MUI, serangan AS dan Israel ke Iran merupakan pelanggaran batas kedaulatan sebuah negara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"MUI mengutuk serangan Israel yang didukung Amerika, karena bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan UUD 1945, yaitu 'ikut melaksanakan ketertiban dunia, yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial," tulis MUI dalam keterangannya, Minggu (1/3).
MUI menilai serangan balasan antara dua kubu tersebut merupakan eskalasi serius yang bisa memancing konflik meluas di Timur Tengah. Menurut MUI, situasi itu tak bisa dipandang sebelah mata.
"Karena itu, untuk menghindari eskalasi yang lebih luas Amerika dan Israel harus menghentikan serangan ke Iran karena itu bertentangan dengan Pasal 2 Deklarasi PBB," kata MUI.
Lebih jauh,MUI memandang serangan tersebut sebagai upaya sistematis untuk melemahkan posisi Iran di Timur Tengah, sekaligus membatasi dukungan negara Islam itu terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.
MUI mengajak semua negara untuk menjadi juru damai dalam konflik tersebut dan menghentikan penggunaan serangan militer dalam membatasi dominasi Israel ke Palestina.
Selain itu, menurut MUI, AS dalam konflik itu tengah memainkan peran melalui Board of Peace (BoP). MUI mempertanyakan apakah BoP diarahkan untuk perdamaian yang adil, atau justru memperkuat arsitektur keamanan yang timpang dan mengubur kemerdekaan Palestina.
"Untuk itu, MUI mendesak pemerintah Indonesia agar mencabut keanggotaan dari BoP karena dipandang tidak efektif mewujudkan perdamaian sejati di Palestina".
(thr/dmi)

5 hours ago
3

















































