Ligaolahraga.com -
Berita Tinju - Mike Tyson dikenal sebagai salah satu petinju kelas berat terbaik sepanjang sejarah. Namun ketika diminta menyebut sosok yang paling ia kagumi di dunia tinju, mantan juara dunia itu justru memilih Roberto Duran, bukan Muhammad Ali yang selama ini dianggap sebagai ikon terbesar olahraga tersebut.
Tyson mengakui dirinya sangat mengagumi pencapaian Ali. Menurutnya, Ali memiliki kemampuan teknik, kecepatan, dan kecerdasan bertarung yang sulit ditandingi. Meski begitu, Tyson merasa gaya bertarung Ali tidak pernah sesuai dengan karakter maupun kemampuan yang ia miliki.
Sejak awal karier profesional, Tyson memilih membangun identitasnya sendiri bersama pelatih legendaris Cus D'Amato. Berkat metode latihan khas D'Amato, Tyson mengembangkan gaya bertarung agresif yang mengandalkan kecepatan tangan, pergerakan kepala, serta kekuatan pukulan untuk menekan lawan sejak ronde pertama.
Pendekatan tersebut terbukti sukses. Pada 1986, Tyson mencetak sejarah sebagai juara dunia kelas berat termuda setelah menghentikan Trevor Berbick pada ronde kedua dan merebut sabuk WBC di usia 20 tahun. Ia kemudian mendominasi divisi kelas berat selama beberapa tahun sebelum takluk secara mengejutkan dari James Douglas pada 1990.
Di balik kesuksesannya itu, Tyson mengaku selalu menjadikan Roberto Duran sebagai sumber inspirasi utama.
Dalam sebuah acara yang dikutip ESNEWS, Tyson menjelaskan bahwa alasannya bukan semata karena prestasi Duran di atas ring, tetapi juga karena latar belakang kehidupan mereka yang memiliki banyak kesamaan.
"Roberto Duran. Alasannya karena dia berasal dari kehidupan yang sangat keras, sama seperti saya. Saya bukan sosok seperti Muhammad Ali yang memiliki kharisma luar biasa. Saya tumbuh dari lingkungan yang penuh kesulitan," ujar Tyson.
"Itulah mengapa saya ingin menjadi seperti Duran, karena saya merasa dia mewakili diri saya."
Roberto Duran memang merupakan salah satu legenda terbesar dalam sejarah tinju. Petinju asal Panama yang dijuluki Hands of Stone itu merebut gelar juara dunia pertamanya pada 1972 setelah mengalahkan Ken Buchanan dan menjadi juara dunia WBA kelas ringan. Sepanjang kariernya, Duran juga berhasil menjadi juara dunia di empat divisi berbeda.
Namanya semakin dikenang setelah terlibat dalam era legendaris "Four Kings" bersama Sugar Ray Leonard, Marvin Hagler, dan Tommy Hearns. Meski sering menghadapi lawan yang memiliki postur lebih besar, Duran tetap mampu bersaing di level tertinggi dan mencatatkan sejumlah kemenangan bersejarah.
Bagi Tyson, keberanian Roberto Duran menghadapi keterbatasan fisik serta perjuangannya keluar dari kehidupan yang serba kekurangan menjadi alasan utama mengapa ia menempatkan legenda Panama tersebut sebagai petinju favorit sepanjang masa.
Artikel Tag: mike tyson, muhammad ali, james douglas, heavyweight, roberto duran
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/mike-tyson-akui-roberto-duran-jadi-panutan-utamanya-di-dunia-tinju

6 hours ago
6

















































