Menlu Minta Investigasi Lengkap Soal Serangan Prajurit TNI di Lebanon

5 hours ago 7

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono meminta investigasi menyeluruh terkait insiden yang menyebabkan tiga anggota TNI meninggal dunia dan beberapa lainnya luka-luka saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon.

Ia mengatakan Indonesia mengutuk keras serangan yang dilakukan terhadap pasukan penjaga perdamaian.

"Kemudian kita juga menuntut supaya dilakukan investigasi menyeluruh karena ini adalah misi penjaga perdamaian. Oleh karena itu, hal seperti ini, ya kalau kita ngomong tidak seharusnya, tidak seharusnya terjadi tetapi kenyataannya ini terjadi," kata Sugiono di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (4/4) malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sugiono menegaskan harus ada jaminan keamanan bagi prajurit-prajurit penjaga perdamaian.

"They are peace keeping not peace making. Mereka tidak dilengkapi dengan kemampuan untuk membuat ataupun peace making ya. Perlengkapannya dan latihannya adalah untuk menjaga perdamaian, situasi damai yang dijaga," katanya.

Ia pun meminta PBB untuk mengevaluasi lagi keselamatan prajurit penjaga perdamaian PBB ini di mana pun berada, khususnya di UNIFIL.

Total tiga prajurit TNI yang bertugas sebagai pasukan penjaga perdamaian tewas dalam dua insiden di Lebanon selatan dalam kurun waktu 24 jam.

Dalam pernyataannya, UNIFIL menyampaikan prajurit TNI Praka Farizal Rhomadhon tewas akibat ledakan proyektil di dekat salah satu pos Indonesia, di desa Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3).

Sementara itu, dua prajurit TNI gugur pada Senin (30/3) akibat ledakan dari sumber yang belum diketahui. Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur dalam insiden tersebut.

Pada Jumat (3/4), tiga prajurit TNI kembali terluka karena ledakan yang belum diketahui asalnya.

[Gambas:Video CNN]

(yoa/ins)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Sports | | | |