Menhan Minta Pelajar Indonesia di Turki Pulang dan Mengabdi

8 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menggelar dialog bersama Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Turki, pada Jumat (9/1) lalu.

Dalam dialog tersebut, Sjafrie menekankan pentingnya regenerasi ahli-ahli di bidang teknologi dengan latar belakang ilmu STEM untuk memperbaiki birokrasi di pemerintahan serta BUMN.

Sjafrie mengatakan saat ini Indonesia membutuhkan talenta muda yang siap bekerja dan berkembang serta memiliki nilai integritas yang tinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemerintah, kata dia, juga sedang menyiapkan mekanisme clearing house dan sistem cohort untuk menyaring menempatkan praktisi terbaik secara bertahap dan meritokratis di posisi strategis.

"Masalah utama kita bukan pada kecerdasan intelektual, tetapi integritas, nasionalisme, dan mentalitas," ujar Sjafrie dalam pidatonya, dikutip Minggu (11/1).

Lebih lanjut, Sjafrie juga mendorong agar mahasiswa yang sedang menimba ilmu di luar negeri untuk dapat kembali dan ikut membantu pengembangan Indonesia.

Ia juga mengingatkan generasi muda untuk membangun karier secara bertahap, berani menghadapi risiko dan tidak tergoda jalur instan tanpa pondasi kuat.

Terakhir, Sjafrie meminta mahasiswa Indonesia untuk realistis dan tidak menghabiskan waktu berdebat tentang hal-hal yang tidak relevan atau termakan isu di media sosial.

"Kalau kau bersaing di luar, yang menjadi wasit adalah user kamu yang menggaji kamu. Tapi kalau yang di dalam negeri, itu pemerintah dan atas nama rakyat yang gaji," tuturnya.

Sementara itu, Ketua PPI Turki Naura Arifa menekankan pentingnya integrasi secara sistematis lulusan Indonesia dari Turki ke dalam perencanaan sumber daya manusia (SDM) pertahanan nasional.

PPI Turki menilai Indonesia masih menghadapi tantangan struktural pada aspek penyiapan dan penyerapan SDM berkompetensi tinggi, khususnya lulusan pendidikan tinggi luar negeri di bidang sains, teknologi, dan pertahanan.

Padahal, menurut data internal PPI Turki, diproyeksikan lonjakan lulusan terbesar akan terjadi pada periode 2026-2027. Naura menolai talenta ini harus dinavigasi dengan tepat agar terserap ke sektor strategis dan tidak menjadi loss of talent.

"Lulusan Indonesia dari Turki merupakan aset strategis nasional. Namun hingga kini, potensi tersebut belum terintegrasi secara sistematis dalam perencanaan SDM pertahanan nasional," ujarnya.

(fra/tfq/fra)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sports | | | |