Mendikdasmen Buka Suara soal SD Negeri Sepi Peminat

4 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti buka suara suara soal sejumlah sekolah dasar negeri (SDN) di berbagai daerah sepi peminat dan hanya memiliki beberapa orang siswa baru.

Menurutnya, saat ini Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sedang mendata jumlah SDN yang kekurangan murid.

"Kementerian sedang mendata sekolah yang jumlah muridnya kurang dari 60," kata Mendikdasmen Abdul Mu'ti seperti dikutip dari Detik, Jumat (17/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mu'ti mengaku telah membicarakan masalah ini kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Dia menyebut akan diadakan rapat khusus membahas sedikitnya peminat SDN tersebut

"Secara nonformal saya sudah menyampaikan masalah menurunnya jumlah murid SD kepada Bapak Mendagri. Nanti akan diadakan rapat khusus membahas fenomena tersebut," kata Abdul Mu'ti.

Sejumlah SDN di Pulau Jawa sepi peminat pada tahun ajaran baru ini. Ada sekolah yang tetap menyambut siswa dengan meriah, ada juga yang gagal menyambut karena tak ada siswa.

Seperti di SDN Purwoyoso 01, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah. Hanya ada tiga murid yang masuk.

Mereka tetap disambut maskot masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) tahun ini, Si Badut. Setelah itu, dua siswa dan satu siswi tersebut tampak bersemangat mengikuti materi MPLS yang diberikan guru maupun dari media pengajaran, seperti layar televisi.

Kepala SDN Purwoyoso 01 Kota Semarang, Hajar Riatiani, mengungkap awalnya ada lima bakal calon siswa yang mendaftar. Namun, dalam perkembangannya, dua tidak jadi daftar ulang.

"Yang mendaftar online ada lima. Tapi dua tidak daftar ulang, jadi yang fix masuk hanya tiga siswa," kata Hajar di SDN Purwoyoso 01, Senin (13/7).

Hajar menegaskan, meski tahun ini hanya ada tiga murid yang masuk untuk tahun ajaran 2026/2027, sekolah tetap menyambutnya secara meriah.

"Berapa pun muridnya, tetap kita sambut dengan meriah. Setiap tahun kita ganti tema. Kali ini temanya sirkus, ada badutnya juga," tegasnya.

Hal yang sama juga terjadi di Boyolali. Khanza menjadi satu-satunya siswa baru di SDN 2 Cepokosawit, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali, Jateng.

Meski begitu, pihak sekolah tetap berupaya memberikan pendidikan yang terbaik karena orang tua siswa telah mempercayakan anaknya bersekolah di SDN itu.

"Ya awalnya merasa, apa ya, minder ada. Tapi balik lagi, kita harus, seberapa pun muridnya, harus tetap semangat, kita layani sebaik-baiknya," kata guru kelas 1 SDN 2 Cepokosawit, Andiyani Mudrikah, saat ditemui di sekolah tersebut, Senin (13/7).

"Jadi harus optimal juga untuk mengajarnya," ujar dia.

Sepinya peminat SDN juga terjadi di Tulungagung, Jatim. Di tengah khidmatnya apel pagi hari pertama masuk sekolah di SDN 2 Plandaan, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, perhatian para guru mendadak tertuju ke pintu gerbang belakang.

Seorang bocah laki-laki datang tanpa seragam diantar kakek dan neneknya. Namanya Candra Mohammad Saputra. Ia merupakan satu dari dua siswa baru yang diterima SDN 2 Plandaan pada tahun ajaran ini.

Ia datang hanya memakai kaus, celana pendek, dan sandal jepit, sembari memanggul tas ransel di punggungnya.

"Ngapunten terlambat, wonten tamu niki wau (maaf terlambat, tadi masih ada tamu)," kata nenek Candra seraya masuk ke lingkungan sekolah, Senin (13/7).

Baca berita selengkapnya di sini.

(detik/ugo)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sports | | | |