Membaca Langkah Prabowo Kumpulkan Elite di Tengah Konflik Timur Tengah

4 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden RI Prabowo Subianto mengundang mantan Presiden dan Wakil Presiden, ketua umum partai politik parlemen, dan mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) ke Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/3). Pertemuan empat jam itu membahas konflik di Timur Tengah yang tengah memanas.

Usai pertemuan, Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengaku telah berkomunikasi dengan Menlu Iran Abbas Aragchi.

Sugi menyampaikan dalam komunikasinya dengan Aragchi itu, ia menyatakan sikap RI yang menyatakan prinsip penghormatan terhadap kedaulatan wilayah satu negara. Selain itu, ia juga kembali menyampaikan niat Prabowo menjadi mediator dalam konflik ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertemuan itu juga digelar di tengah adanya desakan Indonesia untuk keluar dari Board Of Peace (BOP). Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyebut Indonesia tetap berada di BoP di tengah memanasnya konflik ini. Meski begitu, Paloh menyebut Prabowo tak tertutup mengevaluasi kembali keanggotaan RI di BoP dalam kondisi ini.

Sementara Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menyampaikan pembahasan dalam pertemuan tersebut menekankan pentingnya kepentingan nasional di tengah konflik.

Konsolidasi legitimasi Prabowo

Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Arifki Chaniago berpendapat langkah Prabowo mengumpulkan para tokoh itu sebagai konsolidasi legitimasi. Dalam isu global berisiko tinggi, menurutnya, Prabowo tidak ingin terlihat sebagai aktor tunggal.

"Dengan menghadirkan para pendahulu, keputusan apapun nanti, apakah sikap tegas, netral, atau diplomasi aktif, terkesan sebagai keputusan negara, bukan keputusan pribadi. Itu memperkuat daya tahan politik jika situasi memburuk," kata Arifki saat dihubungi, Rabu (4/3).

Arifki mengatakan situasi geopolitik selalu berdampak ekonomi seperti harga energi, tekanan fiskal, inflasi. Menurutnya, langkah Prabowo mengumpulkan tokoh memberi pesan ke pasar dan publik bahwa negara waspada dan terkonsolidasi.

"Dalam politik, persepsi stabilitas sering lebih penting daripada stabilitas itu sendiri," ujarnya.

Dari pertemuan tersebut, ia juga menilai Prabowo ingin membangun narasi Indonesia tidak pasif, tapi juga tidak gegabah.

Selain itu, langkah Prabowo mengajak tokoh-tokoh lama dinilai sebagai upaya merangkul pusat-pusat pengaruh yang masih mempunyai resonansi politik.

Menurutnya, opini elite senior masih membentuk arah percakapan publik. Merangkul lebih aman daripada membiarkan tokoh-tokoh berbicara di luar kekuasaan.

"Jadi makna politiknya adalah upaya mengubah krisis global menjadi momentum konsolidasi nasional. Apalagi Indonesia juga bergabung dalam BoP bentuk Trump, yang secara narasi juga mendapatkan penolakan dari beberapa kalangan," kata dia.

"Serangan yang dilakukan oleh AS dan Israel terhadap Iran tentu bakal memperuncing persepsi Indonesia yang menjadi bagian dari BoP. Dengan merangkul tokoh senior itu bakal meredam narasi negatif," imbuh dia.

Koalisi dengan elite

Direktur Trias Politika Strategis Agung Baskoro menilai langkah Prabowo sebagai bagian dari upaya untuk konsolidasi elite di tengah situasi geopolitik global yang tidak menentu.

"Tapi harapannya tidak sebatas itu, ada semacam langkah-langkah ataupun solusi-solusi menyikapi situasi tersebut supaya kita sebagai bangsa siap dalam kondisi apapun," kata dia.

Secara personal, Agung juga menilai pertemuan itu menunjukkan relasi Prabowo dengan para elite politik berada dalam kondisi baik.

"Harapannya ini bisa menjadi modal bagi presiden untuk berkoalisi dengan masyarakat seutuhnya setelah berkoalisi dengan elit, karena ujung-ujungnya kan masyarakat harus punya rasa aman, kemudian rasa nyaman," katanya.

Sementara itu, Peneliti Indikator Politik Indonesia Bawono Kumoro menilai langkah Prabowo sebagai bentuk keterbukaan sikap dalam menerima saran, masukan berbagai pihak terkait perkembangan situasi geopolitik.

"Pertemuan dialog tersebut juga dapat dilihat sebagai bentuk dari penghargaan Presiden Prabowo terhadap pemikiran-pemikiran juga pengalaman presiden-presiden terdahulu sehingga dapat diambil sebuah sikap dan kebijakan tepat dalam merespons hal itu," katanya.

(yoa/dal)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sports | | | |