Ligaolahraga.com -
Berita MotoGP: Marc Marquez menilai Francesco Bagnaia mengalami krisis kepercayaan diri sepanjang MotoGP 2025. Menurutnya hal itu membuat gaya balap Bagnaia berubah drastis dan berdampak besar pada hasil di lintasan.
Dominasi Marc Marquez di MotoGP 2025 tidak hanya menegaskan statusnya sebagai juara dunia tujuh kali, tapi sekaligus menunjukkan kemerosotan performa rekan setimnya di Ducati, Francesco Bagnaia. Selisih 257 poin di klasemen akhir menjadi gambaran betapa berat musim yang dijalani juara dunia 2022 dan 2023 tersebut, bahkan ketika Marquez absen di empat seri terakhir akibat cedera.
Sepanjang musim Bagnaia kerap kesulitan menemukan ritme terbaiknya. Dari total 44 balapan termasuk sprint, ia gagal meraih poin dalam 18 kesempatan dan mencatat sembilan kali gagal finis. Statistik ini kontras dengan performanya di musim-musim sebelumnya, saat ia menjadi tolok ukur utama Ducati.
Dalam cuplikan dokumenter MotoGP berjudul All on Red, Marc Marquez memberikan pandangannya terkait apa yang terjadi pada Bagnaia. Menurutnya, masalah utama bukan terletak pada kemampuan dasar, melainkan pada hilangnya rasa percaya diri yang kemudian memicu efek berantai.
Ia menjelaskan bahwa gaya balap gaya balap terlihat lebih kaku dari sebelumnya di sepanjang musim.
“Masalahnya, ketika Anda mulai kehilangan kepercayaan diri, semuanya jadi berlipat. Anda mulai merasakan semua pergerakan motor, lalu membalap dengan tubuh yang semakin kaku,” ujar Marquez.
Marquez menjelaskan bahwa sensitivitas berlebihan terhadap respons Ducati GP25 membuat Bagnaia tidak lagi mengendarai motor secara alami. Alih-alih mengalir, gaya balapnya menjadi penuh keraguan, sesuatu yang sangat fatal di level tertinggi MotoGP.
Meski demikian, Marquez tetap optimistis. Ia yakin Bagnaia memiliki semua yang dibutuhkan untuk bangkit.
“Saya percaya Pecco akan kembali. Dia punya bakat dan tim yang tepat. Untuk kebaikan proyek Ducati, kami membutuhkan dua pembalap berada di level teratas,” kata Marquez.
Ia juga menegaskan bahwa kecepatan Bagnaia sebenarnya tidak pernah hilang, dan terkadang hanya dibutuhkan waktu singkat untuk mereset semuanya.
Sinyal positif mulai terlihat pada tes pascamusim di Valencia. Ducati Corse menyebut Bagnaia mulai menemukan kembali arah pengembangannya. Sang pembalap sendiri mengaku motor 2026 memiliki dasar yang jauh lebih baik, terutama dalam hal masuk tikungan dan manajemen ban belakang, dua aspek yang menjadi kelemahan terbesarnya pada 2025.
Meski harapan mulai tumbuh, publik dan Ducati tentu menunggu bukti nyata di lintasan. Musim 2026 akan menjadi penentuan apakah Francesco Bagnaia benar-benar mampu bangkit, atau justru semakin tenggelam di bawah bayang-bayang Marc Marquez.
Artikel Tag: Francesco Bagnaia, Marc Marquez, Ducati, MotoGP 2025
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/motogp/marquez-sebut-francesco-bagnaia-hilang-rasa-percaya-diri-hingga-terpuruk

6 hours ago
3

















































