Ligaolahraga.com -
Berita Tinju: Legenda tinju dunia, Manny Pacquiao, kembali mengungkap pandangannya mengenai kekalahan paling terkenal dalam kariernya saat menghadapi Floyd Mayweather Jr pada 2015. Menjelang rencana pertemuan kedua mereka, Pacquiao menyatakan bahwa dirinya sempat yakin keluar sebagai pemenang dalam duel tersebut.
Pertarungan pertama Pacquiao melawan Mayweather berlangsung pada Mei 2015 di MGM Grand, Las Vegas. Laga itu menjadi salah satu pertandingan tinju paling dinanti dalam sejarah karena mempertemukan dua petinju terbaik dunia pada era tersebut. Saat itu Mayweather memegang gelar juara dunia kelas welter versi WBC dan WBA, sementara Pacquiao membawa sabuk WBO.
Pertarungan yang memperebutkan tiga sabuk juara dunia itu akhirnya dimenangkan Mayweather melalui keputusan mutlak juri. Petinju berjuluk “Money” tampil disiplin dengan gaya bertahan khasnya, memanfaatkan kecepatan serta akurasi pukulan untuk meredam agresivitas Pacquiao sepanjang 12 ronde.
Meski hasil resmi menunjukkan kemenangan Mayweather, Pacquiao mengaku sempat merasa dirinya unggul setelah pertarungan selesai. Hal itu ia ungkapkan dalam wawancara bersama All The Smoke Fight.
“Setelah pertarungan selesai, saya langsung pergi ke rumah sakit untuk menjalani operasi bahu. Cedera itu memang sangat terasa,” kata Pacquiao.
Petinju berusia 45 tahun tersebut mengakui bahwa dirinya sudah memahami gaya bertarung Mayweather sejak awal. Namun ia merasa aktivitas menyerangnya lebih tinggi dibanding lawannya.
“Saya tahu bagaimana gaya bertarungnya. Tapi setelah menonton ulang pertarungan itu, saya sempat berpikir bahwa saya seharusnya memenangkan laga tersebut karena dia tidak banyak melepaskan pukulan, sementara saya lebih aktif,” ujarnya.
Pacquiao juga mengaku sempat meninjau ulang statistik pertarungan secara detail untuk melihat jumlah pukulan yang masuk dari kedua petinju.
“Saya melihat ulang data Compubox, bahkan dalam gerakan lambat dari ronde pertama sampai ronde terakhir. Saya menghitung berapa pukulan yang saya daratkan dan berapa yang dia mengenai saya. Itu bagian dari tinju,” ucap Pacquiao.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud mencari alasan atas kekalahan tersebut.
“Saya tidak mengeluh atau membuat pembenaran. Hasilnya memang sudah terjadi. Hal seperti itu juga pernah saya alami beberapa kali dalam karier,” tambahnya.
Berdasarkan data Compubox, Manny Pacquiao sebenarnya mencatatkan akurasi pukulan sekitar 19 persen sepanjang pertarungan. Sementara Mayweather dinilai lebih efisien dengan mendaratkan 148 pukulan dari total 435 yang dilepaskan, atau sekitar 34 persen akurasi.
Kini, lebih dari satu dekade setelah pertemuan pertama mereka, Pacquiao dan Mayweather dijadwalkan kembali bertemu dalam laga kedua yang akan digelar pada 19 September di The Sphere, Las Vegas. Pertarungan tersebut diperkirakan akan kembali menarik perhatian dunia tinju.
Artikel Tag: manny pacquiao, floyd mayweather jr, tinju kelas welter, rematch
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/manny-pacquiao-masih-yakin-menang-lawan-mayweather-jr-satu-dekade-lalu

7 hours ago
3

















































