Manny Pacquiao Bongkar Rahasia Lama, Lawan Ini Punya Pukulan Tak Biasa

2 hours ago 3

Ligaolahraga.com -

Berita Tinju: Manny Pacquiao menyadari betul bahwa gaya bertarung tanpa kompromi menjadi daya tarik utamanya di atas ring. Sejak merebut gelar dunia WBC kelas terbang pada Desember 1998, petinju asal Filipina itu memulai perjalanan luar biasa selama lebih dari dua dekade di level elite. Dalam kurun 21 tahun, Pacquiao mencatat sejarah dengan meraih gelar juara dunia di delapan kelas berbeda, sebuah pencapaian yang belum tertandingi hingga kini.

Sepanjang kariernya, Pacquiao menaklukkan deretan nama besar dunia tinju. Marco Antonio Barrera, Erik Morales, Juan Manuel Marquez, Ricky Hatton, hingga Miguel Cotto pernah merasakan kedahsyatan pukulan sang ikon Asia tersebut. Namun pada 2010, Pacquiao menghadapi satu lawan yang meninggalkan kesan paling dalam baginya, bukan karena kekalahan, melainkan karena kerasnya perlawanan.

Usai mempertahankan sabuk juara WBO kelas welter melawan Joshua Clottey, Manny Pacquiao mengambil langkah berisiko dengan naik tujuh pon untuk menantang Antonio Margarito. Duel itu digelar di Cowboys Stadium, Arlington, Texas, dan memperebutkan gelar dunia kelas super welter.

Dari segi fisik, Pacquiao jelas berada di posisi kurang diunggulkan. Margarito memiliki tinggi badan sekitar 15 sentimeter lebih menjulang dan keunggulan bobot hampir enam pon saat malam pertandingan. Pelatih Freddie Roach pun meminta anak asuhnya untuk lebih banyak bergerak dan mengandalkan kecepatan guna menghindari duel jarak dekat.

Strategi tersebut berhasil membawa Pacquiao meraih kemenangan angka mutlak sekaligus mengantarkannya menjadi juara dunia delapan divisi. Namun, kemenangan itu tidak datang tanpa konsekuensi. Pacquiao mengakui bahwa kekuatan Margarito benar benar berada di level berbeda.

“Besar dan kuat saja tidak cukup menggambarkannya. Pukulan ke tubuhnya berkali kali sangat menyakitkan. Tenaganya terasa lain. Jujur saya sendiri heran bisa bertahan sampai akhir,” ujar Pacquiao mengenang laga tersebut. Ia menambahkan bahwa meski mampu menahan pukulan selama pertarungan, dampaknya baru benar benar terasa setelah laga usai dan terasa terlalu berat bagi tubuhnya.

Pada ronde kedelapan, Margarito sempat menemukan momentum lewat serangan ke badan, sebelum Manny Pacquiao kembali mengambil alih kendali dan menutup laga dengan dominasi penuh. Ketangguhan itulah yang menjadi ciri khas Pacquiao hingga akhir kariernya.

Bertahun tahun kemudian, Pacquiao kembali membuktikan kualitasnya dengan merebut gelar WBA kelas welter super setelah mengalahkan Keith Thurman pada Juli 2019, menegaskan statusnya sebagai salah satu petinju terhebat sepanjang masa.

Artikel Tag: Manny Pacquiao, Marco Antonio Barrera, Antonio Margarito

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/manny-pacquiao-bongkar-rahasia-lama-lawan-ini-punya-pukulan-tak-biasa

Read Entire Article
Sports | | | |