Makin Panas! Iran Ancam Serang Fasilitas Minyak Perusahaan AS

4 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Iran mengancam akan melancarkan serangan balasan terhadap fasilitas minyak dan energi di kawasan yang dimiliki perusahaan Amerika Serikat atau bekerja sama dengan AS, jika Washington menyerang infrastruktur minyak Teheran.

Peringatan itu disampaikan setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan serangan udara ke Pulau Kharg, pusat ekspor minyak Iran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Media resmi Iran melaporkan pernyataan tersebut berasal dari markas komando militer Khatam al-Anbiya, Sabtu (14/3) pagi waktu setempat. Ancaman itu muncul setelah Trump mengatakan AS telah menghancurkan seluruh target militer di Pulau Kharg dan mengancam akan menyerang infrastruktur minyak jika Iran terus menghalangi kapal melintasi Selat Hormuz.

Pulau Kharg, yang menangani sekitar 90 persen ekspor minyak mentah Iran, sebelumnya relatif tidak tersentuh selama dua pekan pertama perang. Namun serangan AS ke pulau itu diprediksi bakal meningkatkan eskalasi konflik dan berpotensi mengguncang pasar energi global.

"Taruhannya kini jauh lebih tinggi. Dari sekadar menghancurkan militer dan rezim, kini AS berusaha menghantam nadi ekonomi Iran," kata pensiunan brigadir jenderal Angkatan Darat AS Mark Kimmitt, melansir CNN.

Menurutnya AS menjadikan pulau tersebut sebagai "sandera" untuk memastikan Iran tidak menutup jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Kimmitt memperingatkan, jika infrastruktur minyak Iran benar-benar diserang, maka Teheran akan membalas dengan menyerang fasilitas energi lain di Timur Tengah.

Menurutnya jika hal tersebut terjadi, maka bakal berimplikasi lebih buruk lagi bagi situasi perekonomian global.

"Saat itu harga minyak akan benar-benar tak terkendali," ujarnya.

AS sebelumnya juga melancarkan serangan udara besar-besaran ke markas militer Iran di Pulau Kharg, dekat Selat Hormuz. Menurut Trump serangan itu merupakan salah satu yang paling dahsyat dalam sejarah Timur Tengah.

Dalam serangan tersebut AS memilih menghindari mengebom infrastruktur minyak Iran di pulau itu. Namun, dia mengancam akan mempertimbangkan menghancurkan infrastruktur minyak apabila Iran dan sekutunya mengganggu kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz.

"Namun, jika Iran, atau pihak mana pun, melakukan tindakan apa pun yang mengganggu kebebasan dan keamanan pelayaran kapal melalui Selat Hormuz, saya akan segera mempertimbangkan kembali keputusan ini," tambah Trump dalam sebuah postingan di Truth Social.

Pulau Kharg selama ini dikenal sebagai pusat ekspor minyak Iran. Sebagian besar minyak mentah Iran dimuat dari pulau itu sebelum dikirim ke negara pembeli.

Dengan menghantam instalasi militer di sana, AS diyakini ingin membatasi kemampuan Iran melancarkan serangan rudal terhadap kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.

AS meyakini Iran menggunakan Pulau Kharg untuk melancarkan serangan rudal terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Dengan menyerang fasilitas militer di pulau tersebut, AS memberi sinyal bahwa mereka dapat membatasi kemampuan Iran untuk menargetkan kapal-kapal di selat tersebut.

Ancaman terhadap infrastruktur minyak di Kharg juga dinilai signifikan. Jika fasilitas itu diserang, dampaknya bisa langsung mengguncang pasar energi global, mengingat Hormuz menyalurkan sekitar seperlima perdagangan minyak dunia.

 Balas Bombardir Israel, Iran Punya Rudal Apa Saja?Balas Bombardir Israel, Iran Punya Rudal Apa Saja? (Foto: CNN Indonesia/Agder Maulana)

(dmi/dmi)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Sports | | | |