Mabes Polri Kerahkan Pesawat, Helikopter, dan Anjing Pelacak ke NTT

3 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Mabes Polri mengerahkan sejumlah armada udara ke beberapa daerah terisolir untuk mempercepat penanganan dampak gempa bumi magnitudo 7 di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan salah satu armada yang dikerahkan yakni pesawat Cassa untuk mobilitas utama lantaran jalur darat telah terputus.

"Di sana sudah ada penempatan pesawat Casa Polri yang sudah digunakan oleh Bapak Kapolda NTT dengan Forkopimda ketika pasca kejadian langsung ke daerah-daerah seperti ke Labuan Bajo, Ende," ujarnya kepada wartawan di Mako Polisi Udara Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Minggu (16/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini sebagai transportasi yang paling utama karena jalur darat ada yang terputus, maka tentunya kecepatan juga pesawat sangat dibutuhkan," imbuhnya.

Selain pesawat Cassa, Trunoyudo menyebut Polri juga menyiagakan 3 unit helikopter untuk proses evakuasi maupun distribusi logistik ke daerah-daerah yang tidak terjangkau itu.

"Kemudian helikopter ada tiga AW-169. Peruntukannya untuk memberikan distribusi-distribusi bantuan kepada masyarakat yang terdampak, yang tentunya memiliki jangkauan terisolir, terbatas, dan untuk kecepatan," tuturnya.

Anjing pelacak

Polri juga mengirim personel SAR, anjing pelacak atau K9, serta bantuan logistik untuk mendukung penanganan bencana gempa bumi di NTT.

Pemberangkatan dilakukan dari Mako Polisi Udara Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Minggu pagi.

Tim diberangkatkan menggunakan pesawat Polri CN295 atau Airbus C295 dengan nomor registrasi P-4501. Sebanyak 21 personel Direktorat Polisi Satwa diberangkatkan untuk mendukung proses pencarian dan penyelamatan korban.

Selain personel, Polri mengerahkan 10 ekor K9 yang memiliki kemampuan untuk membantu pencarian korban, khususnya di lokasi yang mengalami kerusakan atau tertimbun material bangunan.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan pengerahan personel dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan di lapangan.

Selain personel dan K9, pesawat tersebut membawa peralatan SAR serta sejumlah bantuan logistik dengan total berat sekitar 2,5 ton.

Bantuan yang dikirim antara lain tiga set tenda putih, enam set tenda pleton, 10 unit Wontech, dan 648 porsi makanan siap saji.

Setibanya di NTT, penempatan personel dan K9 akan dikoordinasikan dengan Polda NTT. Sejumlah wilayah menjadi prioritas untuk dilakukan mitigasi serta pencarian dan penyelamatan korban.

Polri menyebut wilayah Sikka, Manggarai, dan Manggarai Timur menjadi sejumlah daerah yang mendapat perhatian dalam operasi tersebut. Namun, personel juga akan digeser ke wilayah lain apabila berdasarkan koordinasi terdapat kebutuhan pencarian, evakuasi, maupun mitigasi.

Lebih lanjut, ia mengatakan saat ini seluruh petugas juga tengah memetakan daerah mana saja yang terisolir akibat bencana gempa tersebut.

Di sisi lain, Trunoyudo menyebut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah memberikan arahan kepada seluruh jajaran untuk melakukan mitigasi dan memberikan bantuan kepada para korban bencana.

"Bapak Kapolri sejak awal sudah memerintahkan Kapolda NTT untuk melakukan segera langkah-langkah mitigasi, evakuasi korban, dan tentunya untuk mempercepat proses mitigasi ini perlu dukungan dari Mabes Polri," jelasnya.

"Sebelumnya jajaran Polda NTT sudah langsung, polres-polres memitigasi bencana dan mengevakuasi para korban, tentu berkolaborasi, bersinergi dengan seluruh stakeholder terkait yang ada di Polda NTT, Forkopimda," imbuhnya.

Jumlah korban tewas akibat gempa berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang berpusat di Kabupaten Nagakeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) dini hari WIB, dilaporkan mencapai 51 orang.

Berdasarkan data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Sabtu pukul 18.48 WIB, korban tewas tersebar di Kabupaten Manggarai sebanyak 24 orang, Manggarai Timur 17 orang, Sikka 3 orang, Ngada 1 orang, dan Ende 1 orang.

Sementara itu per Sabtu sore pukul 17.00 WIB, tercatat total rumah rusak berat mencapai 157 unit, rusak sedang 41 unit dan rusak ringan 148 unit.

Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum, seperti fasilitas pendidikan 87 unit, kesehatan 18 unit, tempat ibadah 5 unit, kantor 6 unit dan sejumlah fasilitas umum lainnya.

(arl/tfk/wis)

placeholder

Read Entire Article
Sports | | | |