Ligaolahraga.com -
Berita MotoGP: Luigi Dall’Igna dikenal sebagai arsitek kebangkitan Ducati di MotoGP. Sejak menjabat General Manager Ducati Corse, ia merekrut sejumlah pebalap kunci yang mengubah tim Borgo Panigale menjadi kekuatan dominan.
Penunjukan Luigi Dall’Igna sebagai General Manager Ducati Corse pada akhir 2013 menjadi titik balik penting bagi pabrikan asal Italia tersebut. Saat itu Ducati tengah terpuruk, bahkan gagal meraih satu podium pun di MotoGP 2013. Dall’Igna datang dengan reputasi kuat usai membawa Aprilia berjaya di World Superbike.
Langkah awalnya adalah merombak filosofi pengembangan motor sekaligus berani mengambil keputusan besar dalam urusan pebalap. Sejumlah nama silih berganti direkrut, dengan hasil yang tidak selalu berjalan mulus.
Andrea Iannone menjadi rekrutan pertama Dall’Igna untuk tim pabrikan. Meski sempat memberi kemenangan bersejarah di Austria 2016, masa depannya berakhir cepat akibat tekanan internal dan insiden fatal yang menyingkirkan Andrea Dovizioso. Keputusan mempertahankan Dovizioso terbukti tepat, karena Ducati kemudian menjelma sebagai penantang gelar reguler.
Dall’Igna lalu mencoba pendekatan berbeda lewat perekrutan Jorge Lorenzo. Kontrak mahal tak langsung membuahkan hasil, namun Ducati akhirnya melihat potensi Lorenzo di akhir 2018 sebelum cedera menghentikan momentumnya. Meski berumur pendek, fase ini membantu Ducati memahami kebutuhan pebalap dengan gaya halus.
Danilo Petrucci dan Jack Miller menjadi contoh rekrutan pragmatis. Keduanya memberi kemenangan emosional dan stabilitas, tetapi tidak pernah benar benar menjadi pemimpin proyek jangka panjang. Miller khususnya berperan penting dalam masa transisi menuju era dominasi aerodinamika Ducati.
Puncak visi Dall’Igna terlihat saat merekrut Francesco Bagnaia. Pebalap Italia itu berkembang menjadi pemimpin tim, mempersembahkan dua gelar juara dunia dan mengakhiri penantian Ducati sejak era Casey Stoner.
Namun keputusan paling berani datang pada 2024 ketika Dall’Igna memilih merekrut Marc Marquez. Saat itu Marquez baru bangkit dari masa cedera panjang, tetapi Ducati melihat potensi luar biasa dari performanya bersama Gresini. Hasilnya spektakuler.
Marquez langsung membawa Ducati meraih gelar juara dunia 2025 dengan dominasi mutlak. Ia memenangi 11 balapan utama, 14 Sprint Race, serta mengunci gelar lima seri sebelum musim berakhir. Keputusan ini menegaskan naluri tajam Dall’Igna dalam membaca kualitas pebalap, bahkan di tengah risiko besar.
Kini, para rider rekrutan Luigi Dall'Igna mencerminkan perjalanan Ducati dari tim yang tertatih menjadi standar tinggi MotoGP era modern.
Artikel Tag: Luigi Dall’Igna, MotoGP 2026, Ducati, Marc Marquez
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/motogp/luigi-dalligna-sosok-penting-ducati-rekrut-banyak-rider-top-motogp

1 day ago
10

















































