Jakarta, CNN Indonesia --
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho memprediksi akan terjadi peningkatan jumlah kendaraan arus mudik Lebaran 2026 pada Minggu (15/3) petang ini.
Agus mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai skenario untuk menghadapi lonjakan kendaraan pemudik tersebut.
"Kami menunggu kemungkinan setelah buka puasa, ada bangkitan arus. Namun demikian penyiapan daripada skenario manajemen rekayasa lalu lintas sudah siap, apakah sore, malam nanti akan kita lakukan contraflow hingga mungkin nanti one way, sudah kami persiapkan, sambil menunggu update," kata Agus kepada wartawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disampaikan Agus, berdasarkan data hingga saat ini tercatat sudah 25 persen kendaraan pemudik yang keluar Jakarta, baik yang menuju Tol Trans Jawa, Bandung maupun Sumatera.
Agus pun menyebut untuk penerapan rekayasa lalu lintas akan dilakukan berdasarkan data. Jika data sudah menunjukkan ada peningkatan, maka rekayasa lalu lintas pun akan diterapkan untuk mencegah kemacetan.
"Karena kami bekerja bukan prediksi, tetapi traffic counting pada saat itu secara update akan kita monitor, baik dari CCTV, baik dari radar, termasuk hampir setiap tiga jam kami terbangkan ETLE drone untuk memantau kondisi real-time.
Misalnya untuk penerapan skema contraflow, Agus menerangkan itu akan dilakukan berdasarkan penghitungan volume kendaraan lewat sistem radar.
"Jadi nanti di kilometer 47 itu ada radar. Radar itu menghitung jumlah kendaraan. Selama 1 jam berturut-turut, apabila 1 jam berturut-turut itu 5.500, otomatis nanti kami akan lapor Bapak Kapolri, akan dilakukan rekayasa lalu lintas contraflow lajur 1. Artinya tingkat kepadatannya dan tingkat perlambatannya sudah bisa dimonitor," tutur dia.
"Yang kedua, apabila satu jam ke depan berturut-turut naik menjadi 6.400, itu kita lakukan contraflow lajur 2. Jadi ada mekanisme, bukan prediksi. Tetapi parameter itu yang nanti akan kita jadikan pedoman," sambungnya.
Selain itu, lanjut Agus, pihaknya juga memanfaatkan pantauan lewat CCTV dan drone ETLE untuk memantau situasi arus lalu lintas.
"Untuk memantau dari kilometer 47 sampai 70 seperti apa. Kalau masih ada kepadatan dan perlambatan, kami akan lapor ke pimpinan, kami akan lakukan one way sepenggal, tahap pertama di lokasi one way nasional. Jadi belum one way nasional," pungkasnya.
(dis/gil)
Add
as a preferred source on Google

3 hours ago
5
















































