Ligaolahraga.com -
Masa depan LIV Golf kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan yang menyebut kompetisi tersebut berpotensi kehilangan sumber pendanaan utamanya sebelum musim 2026 berakhir.
Menurut laporan Front Office Sports, LIV Golf menghadapi ketidakpastian terkait dukungan finansial dari Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi, yang selama ini menjadi motor utama di balik operasional liga, kontrak para pemain bintang, dan hadiah turnamen.
Situasi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kelangsungan empat turnamen tersisa pada kalender LIV Golf musim 2026.
Bahkan, muncul spekulasi bahwa kompetisi dapat menghentikan musim lebih awal apabila pendanaan tidak lagi tersedia.
Pada April lalu, PIF mengumumkan bahwa mereka hanya akan mendukung LIV Golf hingga akhir musim 2026.
Sejak proyek tersebut diluncurkan, dana yang digelontorkan PIF diperkirakan telah mencapai sekitar 6 miliar dolar AS.
Ketidakpastian semakin meningkat setelah LIV Golf memasuki jeda kompetisi selama 47 hari usai turnamen LIV Golf Andalucia yang dimenangkan oleh Tyrrell Hatton akhir pekan lalu.
Jeda panjang itu berlangsung untuk mengakomodasi penyelenggaraan U.S. Open dan The Open Championship.
Menurut laporan yang sama, belum ada kepastian apakah seluruh turnamen tersisa di 2026 akan tetap berlangsung sesuai jadwal.
"Setiap turnamen yang tersisa saat ini masih belum pasti," kata seorang eksekutif dari salah satu mitra LIV Golf kepada Front Office Sports.
Sumber tersebut menambahkan bahwa bahkan pihak internal LIV Golf disebut belum mengetahui kapan atau apakah PIF akan menghentikan aliran dana mereka.
Saat ini masih terdapat empat turnamen yang dijadwalkan berlangsung pada paruh kedua musim. LIV Golf United Kingdom akan digelar pada 23-26 Juli di Inggris, disusul LIV Golf New York pada 6-9 Agustus.
Setelah itu, LIV Golf Indianapolis akan menjadi ajang perebutan gelar individu musim ini, sementara LIV Golf Michigan dijadwalkan menjadi penentuan juara kategori tim.
Sebelumnya, LIV Golf New Orleans yang semula masuk kalender Juli sudah lebih dahulu dibatalkan.
Meski demikian, sejumlah pihak meyakini turnamen di New York memiliki peluang lebih besar untuk tetap terlaksana.
Salah satu alasannya adalah hubungan baik antara pemerintahan Presiden AS saat ini, Donald Trump, dengan Arab Saudi.
Turnamen tersebut dijadwalkan berlangsung di Trump National Golf Club Bedminster.
Sebaliknya, terdapat keraguan terhadap penyelenggaraan dua turnamen terakhir di Amerika Serikat.
Bahkan, seorang tokoh industri golf yang memiliki hubungan profesional dengan pemain LIV maupun PGA Tour menyebut turnamen di Michigan kemungkinan besar tidak akan terlaksana.
Di tengah ketidakpastian tersebut, LIV Golf mulai mencari solusi jangka panjang. Liga yang diperkuat sejumlah pemain bintang seperti Jon Rahm dikabarkan tengah menawarkan peluang investasi kepada calon mitra baru dan bekerja sama dengan penasihat perbankan investasi.
CEO LIV Golf, Scott O'Neil, menegaskan bahwa organisasi masih optimistis terhadap masa depan kompetisi.
"Kami terus melihat momentum positif baik di dalam maupun di luar lapangan. Kami telah mulai membagikan rencana bisnis kepada calon mitra yang melihat peluang besar dalam format golf beregu di tingkat global," kata O'Neil.
Selain mencari investor baru, LIV Golf juga disebut tengah menyiapkan langkah penghematan biaya dan mempertimbangkan pengurangan total hadiah turnamen untuk musim mendatang demi menjaga keberlangsungan kompetisi tanpa dukungan langsung dari PIF.
Artikel Tag: public investment fund, liv golf, scott o'neil
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/golf/liv-golf-terancam-kehilangan-pendanaan-sebelum-musim-2026-berakhir

3 hours ago
7

















































