Ligaolahraga.com -
Negosiasi perjanjian kerja bersama (CBA) baru WNBA memicu kekhawatiran bagi liga basket wanita Australia, WNBL, karena potensi eksodus pemain berbakat ke Amerika Serikat.
Kesepakatan yang sedang dirundingkan itu diprediksi akan menjadi tonggak penting bagi olahraga wanita secara global, namun juga berisiko menguras talenta dari kompetisi di Australia.
WNBA saat ini masih dalam proses finalisasi CBA bersama serikat pemain, dengan tenggat waktu hingga 1 Desember (AEDT).
Laporan menyebutkan liga telah menawarkan kenaikan gaji signifikan, termasuk peningkatan batas gaji maksimal menjadi lebih dari US$1,1 juta (setara AU$1,7 juta).
Selain itu, gaji dasar juga diperkirakan melonjak menjadi US$220.000 (AU$338.000), sementara rata-rata gaji pemain akan meningkat lebih dari tiga kali lipat dari nilai saat ini, yaitu US$130.000 (AU$200.000).
Namun, proses negosiasi terhambat karena serikat pemain meminta sistem pembagian pendapatan, bukan struktur gaji tetap seperti yang ditawarkan liga.
Pemain New York Liberty dan anggota Opals, Steph Talbot, menilai kesepakatan ini sangat penting, namun juga memperingatkan dampaknya pada masa depan WNBL.
“Pemain muda mungkin memilih libur di offseason untuk pemulihan tubuh dan pengembangan skill,” kata Talbot kepada AAP.
“Jika saya lebih muda dan bisa menghasilkan uang besar di Amerika, tentu itu pilihan yang sangat menarik.”
Pemain muda Washington Mystics, Jade Melbourne, mengaku tubuhnya mulai merasakan beban bermain dua kompetisi. Saat ini, sedikitnya ada sembilan pemain WNBL yang juga tampil di WNBA.
“Bagi banyak pemain Australia di WNBA, keputusan akan bergantung pada kenyamanan dan bayaran terbaik,” ujar Melbourne.
“Dengan arah pembicaraan saat ini, WNBA bisa menjadi pilihan utama ke depan.”
Situasi ini terjadi saat perdebatan profesionalisme olahraga wanita menguat. Dalam A-League Women (ALW), misalnya, gaji rata-rata hanya sedikit di atas AU$30.000, dan sebuah laporan terbaru menyebutkan 76% pemain merasa kondisi finansial mereka tidak stabil.
Melbourne menilai kesepakatan baru WNBA tidak hanya akan berdampak pada liga tersebut, tetapi juga menjadi model bagi olahraga wanita lainnya.
“Kami tidak hanya berjuang untuk 156 pemain WNBA, tapi untuk masa depan olahraga wanita secara global,” katanya.
Dengan lima tim baru direncanakan bergabung dalam liga sebelum 2030—termasuk franchise Toronto yang akan dilatih pelatih Opals, Sandy Brondello—WNBA dinilai berada di ambang era baru.
Menurut Melbourne, jika gaji dan batasan anggaran terus meningkat, WNBA dapat menarik pemain terbaik dunia—dan pada akhirnya meninggalkan liga-liga lain, termasuk WNBL, di belakang.
Artikel Tag: WNBL
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/basket/kekhawatiran-landa-wnbl-di-tengah-negosiasi-cba-wnba-bernilai-fantastis

20 hours ago
3

















































