Kekeringan di Kayong Utara Kalbar, Warga Terpaksa Minum Air Parit

3 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Kemarau panjang menyebabkan kekeringan parah di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat.

Sedikitnya lima desa di Kecamatan Pulau Maya kini mengalami krisis air bersih setelah sumur warga mengering dan cadangan air hujan semakin menipis.

Lima desa yang terdampak yakni Desa Dusun Besar, Dusun Kecil, Kamboje, Satai Lestari, dan Tanjung Satai. Kondisi paling memprihatinkan dilaporkan terjadi di Desa Kamboje dan Dusun Kecil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Warga di kedua wilayah tersebut mulai menggunakan air parit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk mandi. Namun, air yang digunakan dalam kondisi tercampur lumpur dan debu akibat jerebu asap sisa kebakaran lahan.

Sementara untuk kebutuhan minum, warga selama ini mengandalkan air hujan yang ditampung. Akan tetapi, persediaan air tersebut kini hampir habis akibat musim kemarau yang berkepanjangan.

Ujang, warga Desa Kamboje, mengatakan masyarakat sangat membutuhkan bantuan pasokan air bersih dari pemerintah.

"Kalau sekarang ini, kami sangat perlu sekali air bersih. Sumur sudah kering. Air hujan yang dipakai selama musim panas ini juga sudah habis," kata Ujang, Jumat (21/8).

Kondisi tersebut membuat warga tidak memiliki banyak pilihan selain menggunakan air parit untuk keperluan sehari-hari.

"Terpaksa air parit yang bercampur lumpur dan debu asap bekas kebakaran dipakai untuk sehari-hari," sambungnya.

Ujang berharap Pemerintah Kabupaten Kayong Utara segera menyalurkan air bersih ke desa-desa yang terdampak. Ia juga meminta pemerintah membangun sumur bor sebagai solusi jangka panjang menghadapi persoalan kekeringan.

Selain bantuan dari pemerintah, Ujang berharap perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut turut berkontribusi memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kayong Utara Alias Syahroni mengatakan kekeringan saat ini telah dirasakan di hampir seluruh wilayah Kayong Utara. Namun, Kecamatan Pulau Maya disebut menjadi daerah yang mengalami kondisi paling parah.

"Desa di Kecamatan Pulau Maya merupakan wilayah yang terparah," kata Alias.

Menurut Alias, sumber air utama masyarakat berupa sumur telah mengering. Di sisi lain, persediaan air hujan yang selama ini ditampung warga juga semakin berkurang.

Ia mendesak Pemkab Kayong Utara segera mengambil langkah untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak krisis air bersih.

"Pendistribusian air bersih sangat urgen buat masyarakat Pulau Maya saat ini. Saya juga berharap pihak swasta ambil bagian," ujarnya.

Alias mengatakan bantuan dari pihak swasta yang sebelumnya disalurkan belum menjangkau masyarakat di Pulau Maya.

Kondisi geografis dan keterbatasan akses transportasi menjadi salah satu kendala distribusi bantuan ke wilayah tersebut.

"Memang Kecamatan Pulau Maya ini sulit akses jalur darat," jelasnya.

Karena itu, Alias mendorong pemerintah daerah menggandeng perusahaan maupun investor yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut untuk mempercepat penyaluran air bersih.

"Sehingga nanti dalam pendistribusian bantuan air bersih, Pemda berkolaborasi dengan pihak swasta, terutama investor besar di kawasan tersebut," kata Alias.

Baca selengkapnya di sini.

(tim/isn)

placeholder

Read Entire Article
Sports | | | |