Ligaolahraga.com -
Pearly Tan / M Thinaah memiliki waktu dua minggu untuk menghilangkan kebiasaan buruk yang mulai merusak permainan mereka sebelum Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang akan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober.
Pemain peringkat 5 dunia itu merasa khawatir dengan kesalahan berulang yang mereka lakukan setelah menderita kekalahan lagi dari pasangan Thailand Benyapa Aimsaard-Nuntakarn Aimsaard di babak kedua China Masters pada hari Kamis.
Pearly-Thinaah kalah dengan skor 21-16, 17-21, 21-19 dari kakak beradik peringkat 43 dunia dalam pertandingan yang sengit di Shenzhen Arena.
Pearly mengakui bahwa kesalahan-kesalahan sederhana mereka telah menjadi kebiasaan dan mengatakan bahwa hal itu perlu mendapat perhatian serius menjelang Asian Games.
"Masih banyak hal yang perlu kami perbaiki, terutama bagaimana kami bermain di lapangan," kata Pearly.
"Kesalahan-kesalahan sederhana sudah menjadi kebiasaan bagi kami berdua, jadi kami benar-benar perlu kembali, memikirkannya secara serius, dan memperbaikinya."
"Semoga kita bisa membuat perbedaan dalam dua minggu sebelum Asian Games ini."
Thinaah mengatakan ketidaksabaran terbukti merugikan pada tahap-tahap penting karena mereka mencoba memaksakan kemenangan alih-alih membangun reli.
"Menjelang akhir, ada beberapa adegan di mana kami kurang sabar," katanya.
"Kami pikir kami bisa memenangkan satu poin, tetapi kami terlalu terburu-buru. Itu merugikan kami di poin-poin krusial."
Kekalahan tersebut membuat rekor pertemuan mereka melawan Benyapa-Nuntakarn menjadi imbang 2-2.
Ini juga merupakan kekalahan kedua berturut-turut Pearly-Thinaah di World Tour musim ini dari pasangan Thailand tersebut, setelah kekalahan mereka di Singapore Open pada bulan Mei.
Persiapan mereka untuk ajang Shenzhen terbatas karena waktu yang sangat singkat setelah Kejuaraan Dunia, sementara musim mereka juga terganggu oleh masalah punggung Pearly.
Terlepas dari kemunduran tersebut, Pearly yakin mereka secara bertahap menemukan kembali gaya bermain yang mereka sukai.
"Kami perlahan-lahan menemukan kembali gaya permainan kami. Kami hanya perlu lebih agresif," katanya.
M Thinaah menambahkan bahwa mereka akan menghabiskan dua minggu berikutnya untuk membangun kembali momentum, ritme, dan kekompakan mereka.
Sementara itu, pasangan remaja Low Zi Yu-Noraqilah Maisarah memberikan perlawanan sengit melawan pasangan peringkat 7 dunia asal Tiongkok, Jia Yi Fan-Zhang Shu Xian, sebelum akhirnya tersingkir dengan skor 21-13, 21-16.
Artikel Tag: pearly tan, m thinaah, china masters 2026, asian games aichi-nagoya 2026
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/badminton/kejutan-pearly-thinaah-tersingkir-dari-china-masters-2026

1 hour ago
5

















































